Integrasi Neurosains dan Nilai-Nilai Islam Dalam Program Parenting Untuk Penguatan Pengasuhan Anak Usia Dini

Authors

  • Nasrul Umam Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap
  • Inayatul Lathifah Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap
  • Ika Zafira Ulfana Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

DOI:

https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v5i1.2515

Keywords:

Anak usia dini, Nilai islam, Neurosains, Parenting, Pemberdayaan masyarakat

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mengasuh anak usia dini melalui program parenting berbasis integrasi neurosains dan nilai-nilai Islam. Program dilaksanakan di TK Diponegoro 157 Kalisalak dari bulan September hingga Desember 2025 dengan melibatkan 30 orang tua, 3 guru PAUD, dan 2 tokoh agama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan partisipatif, melalui tahapan pemetaan aset komunitas, pelatihan, workshop, pendampingan, serta evaluasi. Materi pelatihan meliputi pemahaman fungsi otak anak, regulasi emosi, komunikasi positif, dan penerapan nilai-nilai rahmah, uswah hasanah, serta ta’dib dalam pengasuhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua sebesar 40%, dengan 87% peserta memahami hubungan antara emosi dan perkembangan otak anak, serta perubahan perilaku pengasuhan yang lebih positif (85%) dan spiritual (80%). Dampak berkelanjutan dari kegiatan ini adalah terbentuknya Komunitas Parenting Islami Berbasis Neurosains sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan keluarga. Program ini membuktikan bahwa integrasi neurosains dan nilai-nilai Islam, dengan pendekatan ABCD, efektif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini dan membangun komunitas keluarga yang berdaya, berilmu, dan berakhlak.

References

Gunnar, M. R., & Quevedo, K. (2007). The Neurobiology of Stress and Development. Annual Review of Psychology, 58, 145–173. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.58.110405.085605

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community’s Assets. ACTA Publications.

Kuhl, P. K. (2010). Brain Mechanisms in Early Language Acquisition. Neuron, 67(5), 713–727. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.neuron.2010.08.038

Nurizati, Eren, Miftakhul, Siregar, M., & Uswatul. (2023). Neuroscience Based Learning In Early Childhood Islamic Religious Education. ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education, 4(1). https://doi.org/10.22515/abna.v4i1.6734

Ristiany, & Gustiana, A. D. (2025). Analisis Pemahaman Orang Tua terhadap Literasi Dasar Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(1), 706–716. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.849

Shonkoff, J. P., & Phillips, D. A. (2000). From Neurons to Neighborhoods: The Science of Early Childhood Development. National Academy Press.

Suyadi. (2012). Integrasi Pendidikan Islam dan Neurosains dan Implikasinya Bagi Pendidikan Dasar. Al Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 4(1), 111–130. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v4i1.9003

Umam, N. (2025). Hasil Wawancara di TK Diponegoro 157.

Utami, F. B., Rahmawati, Y., & Supena, A. (2024). The Role of Parenting in Implementing Health Literacy in Early Childhood: A Case Study of Millennial Families in Tangerang Regency. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 12(3), 382–390. https://doi.org/10.23887/paud.v12i3.89754.

Downloads

Published

2026-03-16