Penyuluhan Tentang Pencegahan dan Perawatan Kelainan Oklusi Pada Usia Anak–Anak Di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa Tanjungkarang Bandar Lampung

Authors

  • Sri Murwaningsih Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Bandar Lampung
  • Sri Wahyuni Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Bandar Lampung
  • Rizki Nurul Fatimah Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Bandar Lampung

DOI:

https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i1.1382

Keywords:

Kelainan oklusi, Kesehatan gigi, Pencegahan, Penyuluhan, Perawatan

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi  dan upaya upaya untuk mengatasi permaslahan kehilanagan gigi. Hasil prasurve melalui pengurus pada salah satu Panti Asuhan yang terletak di Kecamatan Raja Basa, di dapatkan informasi bahwa Panti Asuhan Harapan Bangsa yang terletak di jl. Raden Gunawan  masih jarang mendapatkan sosialisasi tentang materi kesehatan kususnya gigi. Sehingga edukasi tentang Pencegahan dan perawatan Oklusi pada anak – anak di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa.  Pencapaian tujuan tersebut dilakukan melalui Penyuluhan dengan metode ceramah, tanya jawab, demontrasi, dan latihan demonstrasi menyikat gigi yang benar. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan monitoring atau evaluasi dilakukan oleh tim Pengabmas. Hasil pelaksanaan pada kegiatan ini mampu memberi motivasi  pada anak anak Panti Asuhan untuk meningkatkan perilaku menjaga kesehatan gigi dan terdapat peningkatan pengetahun anak anak Panti Asuhan mengenai Pencegahan dan Perawatan kelaianan Oklusi. Kendala-kendala yang muncul pada kegiatan Pengabdian Masyarakat bersifat tidak signifikan yaitu beberapa anak takut untuk diperiksa giginya oleh dokter gigi. Adapun saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan ini adalah agar semua anak naka Panti Asuhan senantiasa membudayakan pola hidup sehat dalam memelihara kesehatan gigi. Pihak Yayasan senantiasa memberikan dukungan motivasi dan sarana untuk pemeliharaan kesehatan gigi untuk anak anak Panti Asuhan dalam pencegahan terjadinya kelainan kelainan oklusi.

References

DepartemenKesehatan. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Fatmasari,D., Purba,A., & Salikun,S. (2019). Media Permainan Tebak Gambar Efektif Dalam Peningkatan Pengetahuan Dan Tindakan Menyikat Gigi Dibandingkan MediaBooklet. Jurnal kesehatan gigi, 6(1), 76-79.

Herijulianti,E.,T.SIndriani,dan S,Artini. (2001). Pendidikan Kesehatan Gigi,Jakarta:EGC.

Marimbun, B.E., Mintjelungan, C.N.,& Pangemanan, D.H. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada penyandang tuna netra. e-GiGi, 4(2).

Pintauli,S. (2010). Analisis hubungan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap status kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan SMP di Medan. JurnalPendidikan dan Kebudayaan, 16(4), 376-390.

Purdiahwatiningrum, D. (2022). Peran Bimbingan Orang Tua untuk Memotivasi Belajar Anakdalam Penggunaan Gadget (Studi Kasus Anak Usia 6-2 Tahun di Desa Logede Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang) (Doctoraldissertation,IAIN KUDUS).

Tarihoran., (2018). Gigi Berjejal Serta Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Siswa/i Kelas I-V Sdn 083316 Jl. Rami Perumnas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan, Diakses melalui: http://repo.poltekkesmedan.ac.id/xmlui/handle/123456789/1171.

Downloads

Published

2025-03-28