Health Education On Prevention Of Advanced Caries With Atraumatic Restorative Treatment (ART) In Elementary School Students
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v3i4.1291Keywords:
Atraumatic Restorative Treatment, Pendidikan kesehatan, Sekolah DasarAbstract
Peserta didik sekolah merupakan individu yang terorganisir dalam kurun waktu tertentu dan selama itu kualitasnya terus ditingkatkan guna mencapai suatu tujuan yaitu peningkatan kualitas kesehatan gigi dan mulut. Tujuannya yaitu untuk meningkatnya pengetahuan dan sikap kader tentang kesehatan gigi dan meningkatkan ketrampilan kader dalam upaya pencegahan penyakit karies gigi dengan tehnik ART. Hasil observasi diperoleh masalah pada mitra Masih tinggi angka kesakitan gigi pada anak SD yang artinya dalam setiap anak sudah terjadi gigi berlubang 1 sampai 5 gigi bermasalah karies dini (lobang gigi). Pelaksana kegiatan yaitu Jeanne d’Arc Zavera Adam, S.Pd, M.Kes dan tim. Selain itu, kegiatan ini melibatkan mahasiswa tingkat III jurusan kesehatan gigi Poltekes Kemenkess Manado, para perawat gigi Puskesmas Tateli, kader UKGS dan para guru. Peserta didik SD Inpres Muntong diberikan edukasi agar dapat menurunkan angka karies lebih parah lagi (DMF-T) dan menurunkan angka kesakitan akibat karies sehingga tidak mengganggu proses belajar siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Agustus 2024 berlokasi di SD Inpres Muntong Kabupaten Minahasa. Hasil kegiatan dilakukan tindakan Penambalan ART pada para peserta didik SD Inpres Muntong yang berjumlah 127 orang. Jumlah gigi yang dilakukan fissure sielant sebanyak 212 gigi, jumlahnya lebih banyak dari peserta karena setiap anak rata 2 gigi yang ditambal. Kesimpulan kegiatan ini yaitu pelaksanaan tindakan pencegahan karies lanjut yang dilakukan di SD Negeri Inpres Muntong telah berjalan dengan baik.
References
Abdullah, N. (2018). Hubungan status kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dengan pelaksanaan UKGS (usaha kesehatan gigi sekolah) di sekolah dasar dan sederajat se kota makassar. Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar, 17(1).
Anusavice, K.J. 1994, Ilmu Bahan Kedokteran Gigi, EGC. Jakarta
Bahar, A. (2011). Paradigma Baru Pencegahan Karies Gigi. Lembaga Penerbit FEUI. Jakarta
Duggal, S. D., Nandini Duggal, N. D., Hans, C., & Duggal, A. K. (2014). Epidemiology of cryptococcal meningitis associated with HIV in an Indian hospital. Epidemiol. 4(166). doi:10.4172/2161-1165.1000166.
Ford, T.R.P. (1993). Restorasi Gigi. Edisi 2. EGC, Jakarta
Harapan, I. K., Sahelangi, O., Karamoy, Y., & Logor, F. (2020). Penanggulangan Penyakit Karies Gigi Melalui Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Penambalan Gigi dengan Tehnik Atraumatik Restorative Treatment (ART) Siswa SD Inpres Silian dan SD Negeri Silian Raya Kecamatan Silian Raya. Jurnal Kesehatan Gigi, 7(1), 9-12.
Hatta, I., Riky, R., Azizah, A., & Amalia, N. (2023). Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Revitalisasi Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SDN Pasar Kamis 2 Kabupaten Banjar. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 3(2), 317-324.
Herwanda, B.A. (2009). The Impact Of Oral Health Problem on School Children. Prosiding KKPIKG UI
Houwink, dkk. (1993). Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. Gadjah Mada University Press, Jogjakarta
Kidd, E.A.M, dan Bechal,S.J (1992). Dasar-Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya, EGC, Jakarta
Merlya, M. (2019). Hubungan Literasi Kesehatan Gigi Dengan Kualitas Hidup Dan Status Karies Pada Anak Di Kota Batu Jawa Timur. UB Publish. 2(1): 110-119
Merlya, M. (2023). Intervensi Pencegahan Dini Karies Gigi Permanen dengan Atraumatic Restorative Treatment (ART) dan Evaluasi Peran “Dokter Gigi Kecil” di 3 Sekolah Dasar Binaan Kota Malang. UB Publish, 2, 157-166.
Nelwan, J. E. (2022). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. CV. Eureka Media
Ramadhan,G.A. (2010). Serba Serbi Kesehatan Gigi dan Mulut, Penerbit Bukune, Jakarta
Tarigan. R (1990). Karies Gigi. Penerbit Hipokrates, Jakarta.









