Pelatihan Pembuatan Preparat Segar dan Awetan Jamur Serta Cara Mengidentifikasi Jamur Mikroskopik Bagi Guru Biologi Sekolah Menengah Atas
DOI:
https://doi.org/10.55784/jompaabdi.v1i2.101Keywords:
Guru biologi, Jamur mikroskopik, Preparat segar, Awetan jamur, Sekolah Menengah AtasAbstract
Kegiatan pelatihan pembuatan preparat segar dan awetan jamur serta cara mengidentifikasi jamur mikroskopik bagi Guru Biologi Sekolah Menengah Atas dilaksanakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru biologi melalui kuliah singkat, pelatihan persiapan preparat segar dan awetan serta identifikasi jamur mikroskopik. Pelatihan dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting dan dilaksanakan dalam 4 sesi : kuliah singkat, kerja kelompok untuk identifikasi jamur, diskusi, dan evaluasi. Tingkat pengetahuan peserta dievaluasi dua kali, sebelum kuliah singkat dan setelah sesi diskusi dengan menggunakan google-form. Analisis secara statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan kemahiran peserta dalam mengidentifikasi jamur mikrokopik secara signifikan (p<0.05). Pada akhir pelatihan, peserta juga mendapatkan video pembelajaran, buku saku dan preparat jamur awetan. Kami berharap apa yang diperoleh guru biologi selama mengikuti workshop dapat diaplikasikan pada proses pembelajaran di sekolah masing-masing, sehingga siswa dapat memahami materi jamur dengan lebih mudah.
References
Ahmad S.N.N., Budionon, J.D., and P Pratiwi, R. (2013). Pengembangan media preparat jaringan tumbuhan menggunakan pewarna alternatif dari filtrat daun pacar (Lawsonia inermis). BioEdu, 2(1): 56-58.
Senanayake, I.C., Rathnayaka, A.R., Marasinghe, D.S., Calabon, M.S., Gentekaki, E., Lee, H.B., et al. (2020). Morphological approaches in studying fungi: collection, examination, isolation, sporulation and preservation. Mycosphere, 11 (1), pp. 2678-2754.
Pitt, J.I., Hocking, A.D. (2009). Fungi and food spoilage. 3rd ed. New York: Springer.
Permendikbud No 21 Tahun 2016. Standar isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Rustaman, N. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press.
Talaiekhozani, A. and Ponraj, M. (2015). Identification of molds and bacteria made easier for engineers. Germany: Lambert Academic Publishing.
Undang-Undang RI No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Watanabe, T. (2010). Pictorial atlas of soil and seed fungi morphologies of cultured fungi and key to species. 3rd ed. Florida: CRC Press.
Wijedasa, M.H. and Liyanapathirana, L.V.C. (2012). Evaluation of an alternative slide culture technique for the morphological identification of fungal species. Sri Lanka Journal of Infectious Disease, 2 (12), pp. 47-52.









