https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/issue/feedJUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial2026-03-27T16:42:03+07:00Muh. Nasir, M.Pdperahubima@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220106091019230" target="_blank" rel="noopener">2809-7998</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220106371039127" target="_blank" rel="noopener">2809-8005</a>, menerbitkan artikel ilmiah pendidikan dan ilmu sosial berdasarkan hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. <strong>JUPEIS </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1zsPNkI0fnIJmfBICvNA7wUAfk4wFqJae/edit?usp=sharing&ouid=116803818225163091555&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUPEIS</strong> adalah jurnal <em>open access </em>yang dikelola Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14367#!" target="_blank" rel="noopener">Terakreditasi SINTA 5,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 kali setiap tahun pada bulan Januari, Maret, Juli, dan November</p>https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2594Analisis Kebutuhan Multimedia Presentasi Dalam Pembelajaran Teks Editorial di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru2026-01-31T09:07:17+07:00Aisyah Nuriyah Sardilaaisyahnuriyah1809@gmail.comElvrin Septyantielvrinseptyanti@gmail.comOki Rasdanaokirasdana@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa terhadap multimedia presentasi dalam mengatasi kesulitan dan hambatan pada proses pembelajaran di kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Latar belakang penelitian yaitu terdapat hasil belajar siswa yang sebagian besar tidak memenuhi KKM dan terjadi secara berulang yang disebabkan oleh menurunnya semangat belajar, minat, dan pemahaman pada materi teks editorial. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan angket. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 guru dan 33 siswa kelas XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa jenuh saat pembelajaran berbasis teks seperti teks editorial, sehingga membutuhkan media pembelajaran digital yang menarik dan beragam. Selain itu, guru merasa kesulitan dalam meningkatkan semangat belajar dan menemukan media pembelajaran yang tepat untuk memotivasi, meningkatkan semangat serta hasil belajar siswa. Temuan pada penelitian ini mengandung implikasi bahwa perubahan penggunaan media pembelajaran konvensional menjadi digital penting dilakukan agar sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan guru serta siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam tahap pengembangan media pembelajaran dengan memperhatikan kebutuhan guru dan siswa, sehingga produk yang dihasilkan bermanfaat dan relevan.</em></p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2605Pendidikan Progresivisme Sebagai Landasan Pembelajaran Motorik Adaptif Berbasis Lingkungan Bermain Dengan Sekitar di Lembaga PAUD2026-02-13T12:26:25+07:00Gervasius Adamgervasiusadam1983@gmail.comStefanus Divanstefanusdivan1980@gmail.com<p><em>Permasalahan utama pembelajaran PAUD adalah rendahnya implementasi pembelajaran motorik adaptif berbasis lingkungan dan terbatasnya pemahaman guru terhadap progresivisme, sehingga pengalaman belajar anak belum terintegrasi dengan aktivitas fisik dan konteks nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis progresivisme sebagai landasan pengembangan model pembelajaran motorik adaptif serta memotret implementasinya pada 6 lembaga PAUD di Kabupaten Manggarai dengan melibatkan 6 kepala sekolah dan 12 guru sebagai informan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan sebagian besar PAUD masih berorientasi pada aktivitas kelas dan belum menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar utama. Pemahaman guru tentang progresivisme dan motorik adaptif juga masih terbatas. Namun, pada PAUD yang mengintegrasikan lingkungan dalam pembelajaran, terlihat peningkatan adaptasi gerak, keberanian, kreativitas, dan interaksi sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran motorik adaptif berbasis lingkungan relevan untuk memperkuat praktik PAUD yang berlandaskan progresivisme dan pengalaman belajar kontekstual</em><em>.</em></p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2587Peran Media Sosial Dalam Mendorong Ekonomi Kreatif di Maumere, Kabupaten Sikka2026-01-31T09:03:14+07:00Kristianto Ratu Marius Nabencristianonaben@gmail.comAdam March Eufrasdeo Miracle Angeladammarcheufrasdeomiracleangel@gmail.comYohanes Alexsandrioyohanesalexsandrio@gmail.comMaria Anysia Ayumariaanysiaayu@gmail.comAvelina Yulwidyawantiavelinayulwidyawanti@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis media sosial dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Metode ini dipilih untuk memahami secara holistik bagaimana pelaku usaha mengembangkan usahanya di tengah keterbatasan modal dan latar belakang pemasaran formal. Data-data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima pelaku ekonomi kreatif serta observasi terhadap usaha ekonomi kreatif yang mereka jalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, seperti Whatsapp, Facebook, dan Tiktok, berperan dalam peningkatan penjualan, perluasan jangkauan pasar hingga ke luar daerah, dan penguatan branding dengan biaya yang relatif rendah. Media sosial memfasilitasi interaksi dua arah yang efektif untuk loyalitas pelanggan. Hal ini mempertegas fakta bahwa ekonomi kreatif telah berkembang baik di Maumere berkat pemanfaatan media sosial. Keberlanjutan bergantung usaha kreatif ini juga ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha terus melakukan literasi digital, konsistensi membuat konten, dan kolaborasi dengan komunitas lain</em><em>.</em></p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2616Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PPKn untuk Pembentukan Digital Citizenship di Era Society 5.02026-02-13T12:30:22+07:00Agung Supriyantoagungsupriyanto2306@gmail.com<p><em>Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut penguatan literasi digital sebagai fondasi pembentukan karakter kewargaan digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi literasi digital dalam pembelajaran PPKn serta implikasinya terhadap pembentukan digital citizenship peserta didik di SMK Telkom Malang sebagai sekolah vokasi berbasis teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital diterapkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui pemanfaatan platform berbasis kecerdasan artifisial, diskusi isu kewargaan digital, serta proyek reflektif berbasis media digital. Praktik tersebut berkontribusi terhadap penguatan etika bermedia, kemampuan berpikir kritis, partisipasi digital konstruktif, dan kesadaran hukum peserta didik. Penelitian ini menegaskan kebaruan berupa model integratif literasi digital berbasis nilai Pancasila dalam pembelajaran PPKn yang relevan dengan konteks Society 5.0.</em></p>2026-03-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2709Struktur Sosial dan Ekonomi Penghuni Rumah Susun Blok 17 Kelurahan 24 Ilir Kota Palembang2026-03-07T08:40:25+07:00Deva Agustriandaagustriandadeva@gmail.comMoh Alif Awaluddinmoh.alifawaluddin@gmail.comSisy Viola Gendis Nasutionsisyviolagendis@gmail.comNara Zattynarazatty18@gmail.comOktaviana Br Gintingoktavianabrginting3@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idLisya Septiani Putrilisyaseptianiputri@fisip.unsri.ac.idSuci Wahyu Fajrianisuci_wahyu_fajriani@fisip.unsri.ac.id<p><em>Perkembangan wilayah perkotaan di Indonesia ditandai dengan meningkatnya urbanisasi yang membawa dampak perubahan pada struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Kota sebagai tempat pemusatan sosial dan ekonomi menjadi tujuan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka, akan tetapi di sisi lain hal ini dapat memicu ketimpangan sosial dan ekonomi terutamabagi masyarakat menegah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sebuah struktur sosial dan ekonomi masyarakat perkotaan yaitu penghuni Rumah Susun Blok 17, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik yang digunakan yaitu melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara mendalam dengan para penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penghuni Rumah Susun Blok 17 berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah dan dominan bekerja di sektor informal. Meskipun demikian, struktur sosial masyarakat di lingkungan rumah susun tersebut menunjukkan adanya tingkat kepedulian dan solidaritas yang kuat antarwarga.</em></p>2026-03-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2318Filantropi Islam Masjid Baitul Huda Untuk Pemberdayaan Sosial2025-12-19T07:52:15+07:00Nurul Wanda Aulianurulwandaa28@gmail.comNeng Deva Nurlaelanengdevanurlaela@gmail.com<p><em>The Baitul Huda Mosque, which had been quiet since its establishment in 2022 on the side of a main road, needed revitalization to become a center worship and social activities; thus, the “makan-makan” philanthropy program was designed as a transit mosque to attract congregants through free lunch after the Dhuhr prayer, fostering brotherhood, and strengthening the habit of congregational prayer .The primary objectives include providing for spiritual and food needs, empowering the community, and developing a holistic mosque ecosystem based on Islamic philanthropy Management approaches include collaborative charity contributions via social media, integration of spiritual rituals (dhikr, brief study sessions), and tiered programs: daily (varied meals), weekly (study sessions, Quran recitation improvement, elderly care), monthly (rice/vegetable distribution, iftar), and support for other mosques/Islamic boarding schools The findings indicate a significant increase in congregants, the fulfillment of the needs of the poor and the elderly, strong social solidarity, and inclusive spiritual well-being. This comprehensive program establishes the mosque as a self reliant and sustainable center of Islamic civilization.</em></p>2026-03-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2661Analisis Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan ChatGPT Dalam Pembelajaran2026-03-24T09:16:42+07:00Diana Riyantidianariyanti2004@gmail.comSarah Wulandarisarahwulandar02@gmail.comIin Nurjanahiinnurjanah720@gmail.comAdi Saputrasaputraadi2181@gmail.comBasinun Basinunbasinun@mail.uinfasbengkulu.ac.id<p><em>The use of ChatGPT in learning has become an increasingly popular trend, but it has also raised concerns about its impact on the quality of learning. This study aims to analyze the advantages and disadvantages of using ChatGPT in learning. This analysis was conducted by examining ChatGPT's capabilities in processing information, creating content, and assisting students in learning. This study used a qualitative approach with a case study method to analyze the advantages and disadvantages of using ChatGPT in learning. Data were collected through questionnaires and semi-structured interviews with lecturers and students who used ChatGPT. The analysis results show that ChatGPT has advantages in processing information quickly and accurately, but also has disadvantages in producing inaccurate information and reducing students' critical thinking skills. This study recommends the wise and balanced use of ChatGPT in learning, as well as the development of more effective and efficient learning strategies utilizing this technology</em><em>.</em></p>2026-03-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2700Dinamika Kehidupan Sosial Masyarakat Rumah Susun: Studi Pada Pemukiman Kumuh Padat Penduduk di Kota Palembang2026-03-07T08:29:03+07:00Raisha Dea Alifya07021182429009@student.unsri.ac.idZairindra Anggun Safitrianggunsafitri170@gmail.comSiska Mona Sartikasiskamonasartika942@gmail.comDebora Situmeangdeborasitumeang33@gmail.comMuhammad Adib Saputramuhammadadibsaputra10@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idSuci Wahyu Fajrianisuci_wahyu_fajriani@fisip.unsri.ac.idLisya Septiani Putrilisyaseptianiputri@fisip.unsri.ac.id<p><em>Kehidupan sosial masyarakat di kawasan rumah susun menjadi isu penting dalam kajian sosiologi perkotaan, terutama pada lingkungan dengan kepadatan tinggi dan kondisi fisik bangunan yang menua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan sosial masyarakat di Rumah Susun 24 Ilir RT 35 RW 09 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap satu informan kunci dan empat informan utama, serta didukung dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah susun telah menjadi ruang hidup jangka panjang bagi warga sehingga terbentuk kedekatan sosial, solidaritas, dan pola interaksi yang relatif harmonis. Warga menghadapi keterbatasan ekonomi dan memanfaatkan jaringan sosial sebagai strategi bertahan hidup. Permasalahan lingkungan seperti sampah, akses air bersih, dan kondisi bangunan yang rusak masih menjadi tantangan, namun warga berharap adanya perbaikan tanpa penggusuran. Temuan ini menunjukkan adanya daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi keterbatasan yang ada dan kondisi lingkungan yang kurang memadai</em><em>.</em></p>2026-03-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2703Perspektif Masyarakat Pengguna LRT sebagai Layanan Transportasi Publik di Kota Palembang2026-03-07T08:46:26+07:00Anizzah Meisyah putrianizzahmeisyah05@gmail.comAulia Novita Rizkiaulianovita1105@gmail.comDea Anggrainideaanggraini028@gmail.comDwiki Hari Pangestuestudwiki@gmail.comAliyah Jasmine Rifa Riyantijzmnzyk@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idSuci Wahyu Fajrianisuci_wahyu_fajriani@fisip.unsri.ac.idLisya Septiana Putrilisyaseptianiputri@fisip.unsri.ac.id<p><em>Kota Palembang mengalami peningkatan permasalahan transportasi seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, sehingga pemerintah mengoperasikan Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif masyarakat pengguna LRT sebagai layanan transportasi publik di Kota Palembang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara langsung kepada pengguna LRT serta observasi di beberapa stasiun dengan tingkat mobilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LRT dipengaruhi oleh rasa penasaran, pengaruh lingkungan sosial, kedekatan akses, kenyamanan fisik, keterjangkauan biaya, keamanan, pelayanan petugas, dan efisiensi waktu perjalanan. Secara umum, persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan LRT sangat positif, terutama pada aspek kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan petugas. Kendala yang ditemukan adalah kepadatan penumpang pada jam sibuk serta keterbatasan kapasitas dan integrasi akses. Temuan ini menunjukkan bahwa LRT dipersepsikan sebagai transportasi publik yang modern, efisien, dan layak digunakan, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut</em><em>.</em></p>2026-03-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2696Sektor Informal Pempek Sebagai Strategi Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga2026-03-07T08:19:56+07:00Noor Annisa Suci Lestarynoorannisay4@gmail.comAisyah Arrahmaasyhrhm3@gmail.comGea Lestarigealestari311@gmail.comRizki Fahrizirizkifahrizi561@gmail.comTary Hadisti Ajizahtarihadistiajizah@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idSuci Wahyu Fajrianisuci_wahyu_fajriani@fisip.unsri.ac.idLisya Septiani Putrilisyaseptianiputri@fisip.unsri.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor informal pempek sebagai strategi ketahanan ekonomi rumah tangga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur sistematis terhadap 32 jurnal ilmiah, penelitian mengkaji kontribusi usaha pempek terhadap pendapatan rumah tangga, pola pengelolaan usaha, serta faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi pelaku usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa usaha pempek skala rumah tangga menjalankan lima strategi ketahanan utama: diversifikasi produk dan pasar, manajemen keuangan terintegrasi, pemanfaatan modal sosial dan jaringan komunitas, penyerapan tenaga kerja keluarga, serta adaptasi pemasaran digital. Faktor pendukung ketahanan meliputi kuatnya identitas budaya pempek, modal sosial komunitas, dan dukungan kebijakan UMKM pemerintah daerah. Sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan modal, persaingan ketat, rendahnya literasi keuangan, dan fluktuasi harga bahan baku. Penelitian menyimpulkan bahwa sektor informal pempek merupakan sistem ketahanan sosial-ekonomi berbasis budaya yang memerlukan kebijakan pemberdayaan yang holistik dan gender-responsif</em><em>.</em></p>2026-03-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2717Pengaruh Metode Praktikum Fermentasi Pala (Myristica fragrans houtt) pada Materi Bioteknologi terhadap Hasil Belajar Siswa2026-03-08T09:49:58+07:00Beactris Meirin Sidobobsidobo599@gmail.comYessikah Feiby Bansalengyessikahfeibybansaleng@gmail.comLiza Kolondamlizakolondam0607@gmail.comAgung Ramadhanagungramadhan@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan pada tahap observasi awal, yaitu rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta kurangnya pemahaman terhadap materi bioteknologi. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya hasil belajar siswa, salah satu penyebabnya adalah guru kurang tepat dalam menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas pengaruh metode praktikum fermentasi anggur pala (Myristica fragran houtt) pada materi bioteknologi terhadap hasil belajar siswa di kelas XII SMA N 1 Siau Barat. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan rancangan penelitian Randomized control group pre test post test design. Sampel yang diambil adalah seluruh siswa kelas XII IPA1 sebagai kelas eksperimen dan seluruh siswa kelas XII IPA2 sebagai kelas control dengan menggunakan sampling jenuh yang ditentukan pada 2 kelas. Data hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji-t menunnjukan bahwa nilai t-hitung= 5.13 > t-tabel= 2.005 dengan taraf nyata α= 0,05 ini berarti tolak H<sub>0</sub> dan terima H<sub>1</sub>, dapat disimpulkan bahwa metode praktikum pada materi bioteknologi ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.</em></p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosialhttps://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/2753Pengaruh Stres Kerja Terhadap Burnout Guru Work From Home Berdasarkan Faktor Demografi2026-03-27T16:42:03+07:00Redo Tridinata Wijayaredotridinata@gmail.comNazir Ultama Anugrahnazirultamaanugrah@gmail.comRezky Eka Wardanarezkyekawardana@gmail.com<p><em>Burnout adalah sindrom yang muncul akibat paparan stres yang berkepanjangan, ditandai dengan kelelahan fisik dan psikologis, munculnya sikap sinis, serta perasaan tidak berdaya dan rendahnya efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja terhadap burnout pada guru yang menjalankan sistem work from home serta meninjau perbedaan berdasarkan faktor demografi yaitu jenis kelamin, usia, dan status kepegawaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 250 guru sekolah dasar di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory (MBI) dan Job Stress Scale (JSS). Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,523 yang menunjukkan bahwa stres kerja memberikan kontribusi sebesar 52,3% terhadap burnout. Analisis multigroup menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan faktor demografi, dimana guru laki-laki, guru usia 18–40 tahun, serta guru berstatus honorer menunjukkan tingkat pengaruh stres kerja terhadap burnout yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan stres kerja penting dilakukan untuk mencegah terjadinya burnout pada guru yang bekerja dari rumah.</em></p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial