JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj
<p><strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622381542336" target="_blank" rel="noopener">2830-5558</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622151579848" target="_blank" rel="noopener">2830-5744</a>, merupakan jurnal <em>open access</em>, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. <strong>JUKEJ </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1Wd4y2qAbSh-_h8fA9YfA_ajoysJAJm0o/edit?usp=sharing&ouid=116803818225163091555&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUKEJ</strong> adalah jurnal dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14764">Terakreditasi SINTA 4,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 Kali setiap tahun.</p>Yayasan Jompa Research and Development id-IDJUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa2830-5744Efektivitas Akupresur Titik P⁶ dan ST³⁶ serta Relaksasi Napas Dalam terhadap Postoperative Nausea and Vomiting pada Pasien Sectio Caesarea
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2199
<p><em>Postoperative Nausea and Vomiting</em> (PONV) merupakan komplikasi umum pasca <em>Sectio Caesarea</em> (SC) yang menyebabkan ketidaknyamanan dan memperlambat pemulihan. Akupresur dan relaksasi napas dalam merupakan terapi nonfarmakologis menurunkan PONV. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas akupresur titik P⁶ dan ST³⁶ serta relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas PONV pasien SC. Desain penelitian yang digunakan yaitu <em>quasi experiment</em> dengan rancangan <em>Two Group Pre-Test and Post-Test Design</em>. Sampel 64 subjek penelitian dibagi dua kelompok. Pengukuran intensitas PONV menggunakan skala RINVR. Analisis data dengan <em>Paired Sample T-Test</em> dan <em>Independent Sample T-Test</em>. Hasil menunjukkan rata-rata PONV sebelum perlakuan kelompok pertama sebesar 14,44 dan sesudah 7,34 (p < 0,05). Rata-rata sebelum perlakuan kelompok kedua sebesar 14,63 dan sesudah 9,38 (p < 0,05). Terdapat perbedaan efektivitas signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05), perlakuan kelompok pertama lebih efektif menurunkan PONV. Kesimpulannya akupresur titik P⁶ dan ST³⁶ lebih efektif dibandingkan relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas PONV pasien SC.</p>Fannia Zata BrilliantRoni Yuliwar
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-112026-03-11511610.57218/jkj.Vol5.Iss1.2199Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Transfusi Darah pada Anak Penderita Talasemia Mayor di RSUD Umar Wirahadikusumah
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2493
<p>Talasemia mayor <em>(</em><em>β-thalassemia major) </em>merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi transfusi darah rutin seumur hidup guna menjaga kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada anak penderita talasemia mayor di RSUD Umar Wirahadikusumah melalui desain analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 50 responden dilibatkan untuk mengukur variabel dukungan keluarga dan kepatuhan transfusi darah menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rank</em> <em>α = 0,05</em>. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menerima dukungan keluarga yang baik (98%), dengan tingkat kepatuhan transfusi yang terdistribusi pada kategori sedang (52%) dan tinggi (48%). Berdasarkan uji statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah <em>(p = 0,380; r = 0,127). </em>Kesimpulannya, dukungan keluarga yang optimal tidak secara linier menjamin kepatuhan transfusi pada anak dan remaja, yang diduga dipengaruhi oleh faktor eksternal atau motivasi internal pasien. Temuan ini mengimplikasikan perlunya tenaga kesehatan untuk mengeksplorasi faktor hambatan logistik dan psikis mandiri pasien guna meningkatkan efektivitas manajemen pengobatan.</p>Regina JuliaIis AisyahAmanda Puspanditaning Sejati
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-112026-03-115171410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2493Implementasi Komunikasi Efektif dalam Peningkatan Keselamatan Pasien
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2100
<p>Keselamatan pasien merupakan indikator penting dalam mutu pelayanan kesehatan dan sangat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi antar tenaga kesehatan. Komunikasi yang tidak efektif dapat menyebabkan terjadinya kesalahan medis dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi efektif dan keselamatan pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Prambanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 16 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner komunikasi efektif dan kuesioner keselamatan pasien. Data dianalisis menggunakan uji <em>Spearman’s rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (93,8%), berpendidikan Diploma Keperawatan (87,5%), dan memiliki masa kerja kurang dari satu tahun (56,2%). Tingkat komunikasi efektif perawat tergolong tinggi (87,5%), dan tingkat keselamatan pasien juga tergolong tinggi (75%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara komunikasi efektif dan keselamatan pasien dengan nilai koefisien korelasi r = 0,764 dan p = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa semakin baik komunikasi yang dilakukan oleh perawat, maka semakin tinggi pula penerapan keselamatan pasien. Direkomendasikan agar pihak rumah sakit meningkatkan pelatihan komunikasi efektif menggunakan metode SBAR <em>(Situation, Background, Assessment, Recommendation)</em> untuk meminimalkan kesalahan informasi dan memperkuat budaya keselamatan pasien.</p>Arlina Dhian SulistyowatiPuput Risti Kusumaningrum
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-112026-03-1151152110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2100Psikoedukasi Kekerasan Seksual terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Siswa SMP di Kecamatan Lareh Sago Halaban
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2489
<p>Usia remaja merupakan periode yang rentan terhadap kekerasan seksual dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada siswa SMP rentang usia 13-17 tahun (69,4%). Fenomena ini memerlukan strategi pencegahan yang terstruktur dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SMP terkait kekerasan seksual. Menggunakan desain Quasi Experiment Nonequivalent Control Group dengan teknik Purposive Sampling pada 86 responden. Data dianalisis setelah melewati uji normalitas dan uji homogenitas (p≥0,05). Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi p<0,001 baik pada variabel pengetahuan maupun variabel sikap. Terdapat kenaikan rerata skor pengetahuan (17,98 menjadi 21,05) dan sikap (48,51 menjadi 52,95) setelah diberikan psikoedukasi kekerasan seksual. Disimpulkan bahwa psikoedukasi efektif meningkatkan pemahaman dan respon siswa, dalam pencegahan kekerasan seksual.</p>Landura Prima YoriAladin AladinFirdawati FirdawatiMeri NehertaRozi Sastra PurnaHusna Yetti
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-112026-03-1151222910.57218/jkj.Vol5.Iss1.2489Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang HCB Saat Tummy Time terhadap Perkembangan Motorik Usia 3-6 Bulan
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2260
<p>Perkembangan motorik kasar bayi dipengaruhi oleh berbagai bentuk stimulasi, termasuk aktivitas <em>tummy time</em> yang dapat didukung dengan penggunaan media visual seperti <em>High Contrast Book</em> (HCB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui</p> <p>hubungan antara pengetahuan orang tua tentang penggunaan HCB saat <em>tummy time</em> dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3-6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Variabel yang diteliti mencakup pengetahuan orang tua mengenai penggunaan HCB dan perkembangan motorik kasar bayi, yang diukur menggunakan kuesioner pengetahuan berbasis Skala Guttman serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua mengenai penggunaan HCB saat <em>tummy time</em> dengan perkembangan motorik kasar bayi. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya terdapat homogenitas pengetahuan serta factor lain di luar penelitian.</p>Jesika ShalimarIis AisyahRia Inriyana
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-112026-03-1151303610.57218/jkj.Vol5.Iss1.2260Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Purin dan Kebiasaan Minum Teh terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2403
<p>Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang sering terjadi pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor diet. Konsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Selain itu, teh mengandung polifenol yang diduga dapat memengaruhi metabolisme purin dan pembentukan asam urat. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan konsumsi teh dengan kadar asam urat masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi purin dan kebiasaan minum teh dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Triyagan, Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Subjek penelitian berjumlah 18 lansia yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> karena keterbatasan populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Konsumsi purin dinilai menggunakan <em>Food Frequency Questionnaire (FFQ)</em>, sedangkan kebiasaan minum teh diukur menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan dengan metode enzimatik di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi purin berhubungan signifikan dengan kadar asam urat (p = 0,003), sedangkan kebiasaan minum teh tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar asam urat (p = 0,260). Dengan demikian, konsumsi purin berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat pada lansia, sementara kebiasaan minum teh tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.</p>Cintya Bella MustafaOmry Tri Asmara Adi
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-112026-03-1151374110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2403Faktor Risiko dan Luaran Klinis Hiperglikemia pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Selama Fase Induksi Kemoterapi: Tinjauan Naratif
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2319
<p>Hiperglikemia merupakan komplikasi metabolik yang sering terjadi selama fase induksi kemoterapi pada anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (LLA), yang terutama berkaitan dengan efek diabetogenik kortikosteroid dan asparaginase. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya penting untuk deteksi dini, pencegahan komplikasi, dan optimalisasi luaran terapi. Tinjauan ini merupakan <em>narrative review</em> yang merangkum bukti dari uji klinis dan studi observasional pada pasien anak (0–18 tahun) dengan LLA selama fase induksi. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, Ovid, Wiley, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait LLA, terapi induksi, hiperglikemia, dan faktor risiko. Artikel <em>full-text</em> yang melaporkan kejadian atau faktor penentu hiperglikemia diikutsertakan dalam analisis. Sebanyak sembilan studi memenuhi kriteria inklusi, dengan prevalensi hiperglikemia yang dilaporkan berkisar antara 7% hingga 52%. Faktor risiko yang paling menonjol adalah usia >10 tahun, terutama pada masa pubertas akibat resistensi insulin fisiologis. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi overweight atau obesitas, riwayat keluarga diabetes melitus, serta Down syndrome. Faktor terkait terapi, khususnya penggunaan kortikosteroid dan <em>native L-asparaginase</em>, juga berhubungan dengan peningkatan risiko. Hiperglikemia dikaitkan dengan peningkatan angka infeksi dan luaran terapi yang lebih buruk. Oleh karena itu, identifikasi dini pasien berisiko tinggi serta pemantauan glukosa yang lebih ketat penting dilakukan untuk meningkatkan luaran klinis.</p>Hisyam Hartaman PutraMishbakhul LuthfiNaravitto Ad-DimasyqiTasya Delfina AndrezaRahmadina Djumain
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-142026-03-1451425110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2319Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Desa Wanaherang dan Tinjauannya Menurut Padangan Islam
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2518
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit hipertensi dengan kebiasaan merokok pada laki-laki berusia 35-55 tahun di Puskesmas Gunung Putri, Desa Wanaherang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan <em>cross-sectional,</em> dengan sampel sebanyak 150 orang yang dipilih menggunakan rumus Lemeshow. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 35–55 tahun. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai Pearson Chi-Square sebesar 8,653 dengan derajat kebebasan (df) = 1 dan nilai signifikansi (p-value) = 0,003. Nilai p tersebut lebih kecil dari α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara variabel yang diteliti dengan kejadian hipertensi pada responden penelitian ini. Responden yang memiliki kebiasaan merokok cenderung menunjukkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak merokok. Responden dengan intensitas merokok yang lebih tinggi, baik dari segi jumlah batang rokok per hari maupun lamanya kebiasaan merokok, cenderung memiliki tingkat tekanan darah yang lebih tinggi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebiasaan merokok memiliki kaitan erat dengan hipertensi pada laki-laki usia produktif.</p>Dina AuliaLinda ArmeliaEdward SyamRoni Hidayat
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-142026-03-1451526110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2518Pengaruh Penyuluhan Kebencanaan Tanah Longsor terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Siswa di SMPN 3 Pancur Batu
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2445
<p>Indonesia mencatat 3.472 kejadian bencana dengan dominasi bencana hidrometeorologi mencapai 99,34%. Dari total tersebut, terdapat 207 kejadian tanah longsor pada tahun 2024. Tanah longsor adalah fenomena geologis yang terjadi ketika tanah, batuan, atau material lain yang tidak stabil jatuh ke dasar lokasi benturan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang mitigasi bencana tanah longsor terhadap tingkat pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan siswa di SMPN 3 Pancur Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain <em>Quasi-Experimental</em> (<em>One-Group Pre-test Post-test</em>). Sampel penelitian terdiri dari 64 siswa kelas IX yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup skala Likert dan dianalisis melalui uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan dari 31,72 menjadi 34,22 (p=0,0001) serta skor rata-rata sikap dari 33,38 menjadi 34,33 (p=0,006). Dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap siaga siswa terhadap risiko bencana tanah longsor.</p>Meutia NandaSiti Hajar LubisSatia RedhaDafina Hilya Fatiha GintingAstrid Fhira IndriawatiMuhammad Ramadhan Ginting
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-142026-03-1451627010.57218/jkj.Vol5.Iss1.2445Peran Literasi Herbal Dalam Membentuk Perilaku Konsumen: Studi Pembelian Jamu Godok di Kedai Jampi Zarisma
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2323
<p>Penggunaan obat herbal dan jamu godok terus meningkat, tetapi keputusan pembelian konsumen sering tidak didasari pengetahuan yang memadai mengenai manfaat, keamanan, serta penggunaannya. Kondisi ini dapat menimbulkan penggunaan yang tidak tepat sehingga diperlukan pemahaman mengenai peran pengetahuan dalam mempengaruhi pembelian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang herbal dengan keputusan konsumen dalam membeli jamu godok di Kedai Jampi Zarisma. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik accidental sampling pada 272 responden. Data diperoleh melalui kuesioner yang menilai pengetahuan herbal dan keputusan pembelian, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (61,8%), berusia 31–40 tahun (44,9%), berpendidikan SMK (39%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (41,5%). Sumber informasi utama tentang jamu berasal dari keluarga (45,6%), dengan jenis jamu yang paling banyak dikonsumsi adalah jamu asam urat (26,5%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif sedang dan signifikan antara tingkat pengetahuan herbal dengan keputusan pembelian jamu godok (p = 0,001; r = 0,464), yang berarti semakin tinggi pengetahuan konsumen tentang herbal, semakin baik keputusan pembelian yang diambil.</p>Edo MudikRia EtikasariEmma Jayanti Besan
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-142026-03-1451718110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2323Aktivitas Penghambatan Enzim α-Glukosidase dan Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Secara In Vitro
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2460
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes melalui penghambatan enzim α-glukosidase serta aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun tapak liman (<em>Elephantopus scaber</em> L.) secara <em>in vitro</em>. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium, di mana ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antidiabetes diuji menggunakan metode penghambatan enzim α-glukosidase dengan akarbosa sebagai kontrol positif, sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH. Parameter yang digunakan pada kedua pengujian adalah nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak liman menghasilkan rendemen sebesar 16,267% b/b serta mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, fenolik, dan tanin. Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 96,3089 µg/mL yang tergolong aktivitas sedang, sedangkan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 212,7 ppm yang lebih kuat dibandingkan akarbosa (275,0 ppm). Nilai IC₅₀ yang lebih kecil menunjukkan kemampuan inhibisi enzim yang lebih tinggi sehingga mengindikasikan potensi ekstrak dalam menurunkan kadar glukosa darah. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol 96% daun tapak liman memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes secara <em>in vitro</em> serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai kandidat agen antidiabetes berbasis bahan alam.</p>Aditia Leo HasmalMuhammad IqbalRamadhan TriyandiAfriyani Afriyani
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-162026-03-1651828810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2460Pengaruh Terapi Latihan Postur dan Mobilisasi Shoulder Girdle pada Kemampuan Fungsional Tangan Anak Cerebral Palsy
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2413
<p><em>Cerebral palsy</em> (CP) spastik diplegia ditandai dengan gangguan motorik dominan pada ekstremitas bawah, namun sering kali disertai penurunan kemampuan fungsional tangan akibat ketidakstabilan postur dan kontrol <em>shoulder girdle</em> yang buruk. Stabilitas postur merupakan prasyarat mutlak untuk mobilitas tangan dan kaki yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi terapi latihan postur dan mobilisasi <em>shoulder girdle</em> terhadap peningkatan kemampuan fungsional tangan pada anak CP spastik diplegia usia 3-5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain <em>one group pre-test and post-test</em>. Sampel terdiri dari 12 anak CP spastik diplegia (8 laki-laki dan 4 perempuan) di YPCP Surabaya 4,2±0,9 tahun yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Intervensi dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran fungsional tangan menggunakan Melbourne Assessment 2 (MA2). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em> dan uji inferensial <em>paired t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata skor fungsional tangan MA2 dari 5,2 (<em>pre-test</em>) menjadi 7,6 (<em>post-test</em>) atau meningkat 46%. Uji<em> paired t-test</em> menunjukkan nilai signifikan p<0,001. Kesimpulan: terapi latihan postur dan mobilisasi shoulder girdle meningkatkan kemampuan fungsional tangan pada anak CP spastik diplegia.</p>Khabib AbdullahAtik SwandariAji Sukma WijayaShabrina Sahla Salsabiila
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-162026-03-1651899510.57218/jkj.Vol5.Iss1.2413Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Pola Makan dengan Tekanan Darah Penderita Diabetes Melitus
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2416
<p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti hipertensi. Pengendalian tekanan darah pada penderita DM dipengaruhi oleh faktor perilaku, termasuk pengetahuan dan sikap terhadap pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap tentang pola makan dengan tekanan darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Airtiris Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional.</em> Sampel berjumlah 133 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive</em> sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tekanan darah (p=0,007) dan antara sikap dengan tekanan darah (p=0,009). Kesimpulan pada penelitian yaitu bahwa pengetahuan dan sikap tentang pola makan berhubungan dengan tekanan darah pada penderita DM tipe 2. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengendalian tekanan darah dan mencegah komplikasi.</p>Hafiza BahiraYesi HasneliDarwin Karim
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-162026-03-16519610510.57218/jkj.Vol5.Iss1.2416Kepuasan Hidup Lansia Dalam Perspektif Pembelajaran Seumur Hidup: Tingkat dan Jenis Belajar Nonformal dan Informal di Kota Jayapura
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2448
<p>Kepuasan hidup merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas hidup lansia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepuasan hidup adalah aktivitas belajar. Melalui kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan, lansia dapat tetap berperan aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan di masa mendatang, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat dan jenis pembelajaran nonformal dan informal dengan kepuasan hidup lansia di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan total 267 lansia mengambil bagian dalam survei <em>cross sectional</em>. Untuk populasi yang besar, teknik sampling yang digunakan adalah Stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari kepuasan hidup The Satisfaction with Life Scale (SWLS) oleh Diener, dkk (1985). Tingkat dan Jenis kegiatan belajar nonformal dan informal menggunakan teori pembelajaran orang dewasa yang dikembangkan oleh Knowles (1984). Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji <em>crosstab chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat dan jenis pembelajaran nonformal dan informal dengan kepuasan hidup lansia. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kegiatan belajar dapat memberikan manfaat psikologis dan sosial, kepuasan hidup lansia tetap dipengaruhi oleh interaksi berbagai aspek fisik, sosial, dan psikologis.</p>Lusye HowayInda Puspita SariVenthy AngelikaDwi Angriyani
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-202026-03-205110611410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2448Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Hipertensi di Puskesmas Wanaherang dan Tinjauannya Menurut Perspektif Islam
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2517
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada laki-laki dan perempuan usia produktif dalam rentang usia 35-55 tahun dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 150 orang yang ditentukan dengan teknik <em>purposive</em> <em>sampling</em> melalui rumus Lemeshow. Pengukuran aktivitas fisik dilakukan sebanyak tiga kali dengan selang waktu 1-2 menit menggunakan latihan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam pengendalian tekanan darah pada responden usia 35–55 tahun di Puskesmas Desa Wanaherang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai <em>p-value</em> < 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.</p>Erisan NurhalizaLinda ArmelliaEdward SyamRoni Hidayat
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-202026-03-205111512610.57218/jkj.Vol5.Iss1.2517Efektivitas Media Edukasi terhadap Pengetahuan dan Sikap Diet DASH pada Lansia Hipertensi
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2222
<p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan dikenal sebagai “<em>The Silent Killer</em>” karena sering tidak menimbulkan gejala namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap lansia mengenai Diet DASH pada penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumurbatu, Kota Bekasi. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi dan dianalisis secara statistik. Hasil menunjukkan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (p>0,05), short movie memberikan peningkatan signifikan pada sikap (p<0,05), sedangkan website menunjukkan peningkatan tetapi belum signifikan (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan media edukasi yang sesuai dengan karakteristik lansia dapat mendukung keberhasilan edukasi Diet DASH pada penderita hipertensi.</p>Dava Allya Shafira SonyaRatih KurniasariFitriyah Nafsiyah Muthmainah
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225112713810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2222Gambaran Klinis Candidiasis Intertriginosa pada Pasien Geriatri dengan Diabetes: Laporan Kasus
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2255
<p>Candidiasis intertriginosa adalah infeksi jamur superfisial yang sering mengenai lipatan kulit, terutama pada lansia dengan faktor predisposisi seperti diabetes tidak terkontrol, kebersihan diri yang kurang, dan lingkungan lembap. Laporan kasus ini mendeskripsikan seorang perempuan 73 tahun dengan lesi eritema lembap dan satelit pada lipatan paha, bawah payudara, dan tangan, yang dipicu kombinasi faktor usia, hiperglikemia, kelembapan tinggi, dan kebiasaan higienis yang kurang optimal. Penatalaksanaan melibatkan terapi antijamur serta intervensi pada faktor risiko, termasuk edukasi kebersihan, pengurangan kelembapan, dan pengendalian gula darah. Temuan utama menegaskan bahwa pada pasien geriatri dengan diabetes, infeksi dapat lebih luas dan berisiko kambuh jika faktor predisposisi tidak diperbaiki. Implikasi klinisnya menunjukkan bahwa strategi pengelolaan candidiasis intertriginosa pada kelompok ini harus terpadu, mencakup pengobatan jamur dan modifikasi perilaku serta lingkungan untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.</p>Adinda Devara PutriYenni YenniNenden Lilis Setiasih
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225113914610.57218/jkj.Vol5.Iss1.2255Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dengan Hipertensi pada Masyarakat Usia 22 Sampai 59 Tahun di Kecamatan Kartasura
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/147-154
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan hipertensi pada masyarakat usia 22–59 tahun di Kecamatan Kartasura. Penelitian kuantitatif observasional ini melibatkan 200 responden (rumus Slovin). Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan hipertensi diukur dengan sphygmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s tau-b. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan hipertensi (r = 0,626; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar risiko peningkatan tekanan darah. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya integrasi skrining kesehatan mental dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya pada program pencegahan dan pengendalian hipertensi. Tenaga kesehatan disarankan tidak hanya berfokus pada terapi farmakologis, tetapi juga mempertimbangkan intervensi psikologis seperti manajemen stres dan konseling untuk membantu mengontrol tekanan darah secara lebih komprehensif.</p>Puspita Salwa Septa WinaWahyu Tri Sudaryanto
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2277Hubungan Dismenore Primer dengan Tingkat Stress dan Kualitas Tidur pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Solo
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2290
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dismenore primer dengan tingkat stres dan kualitas tidur pada remaja putri di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Solo. Desain penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling digunakan pada 222 responden. Derajat dismenore diukur menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS), tingkat stres dengan <em>Perceived Stress Scale</em> (PSS), dan kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami dismenore kategori nyeri parah (64,4%), tingkat stres berat (54,5%), dan kualitas tidur buruk (84,2%). Uji Spearman menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara dismenore dengan tingkat stres (r = 0,571; p < 0,001) serta kualitas tidur (r = 0,440; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin berat nyeri menstruasi, semakin tinggi tingkat stres dan semakin buruk kualitas tidur. Dapat disimpulkan bahwa dismenore primer berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis dan kualitas istirahat.</p>Lintang Cahya NingrumWahyu Tri Sudaryanto
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225115516010.57218/jkj.Vol5.Iss1.2290Penerapan Teori Betty Neuman dalam Asuhan Keperawatan Anak yang Mengalami Hospitalisasi di Rumah Sakit
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2292
<p>Model Sistem Neuman menekankan pendekatan holistik dan strategi pencegahan terhadap stresor yang memengaruhi kondisi klien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Sistem Neuman dalam pemberian asuhan keperawatan pada seorang anak dengan luka robek di kepala yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang melibatkan An. F, seorang anak perempuan berusia lima tahun yang dirawat di unit gawat darurat dan ruang bedah di sebuah rumah sakit di Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, serta peninjauan rekam medis selama periode perawatan 3×24 jam. Instrumen yang digunakan meliputi lembar pengkajian berdasarkan lima variabel teori Neuman, identifikasi stresor, serta standar keperawatan Indonesia yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi An. F dipengaruhi oleh stresor intrapersonal seperti rasa nyeri dan ketakutan. Stresor interpersonal berasal dari kecemasan orang tua, sedangkan stresor ekstrapersonal berkaitan dengan keterbatasan finansial. Proses keperawatan difokuskan pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier untuk mengurangi dampak stresor tersebut. Intervensi yang diberikan meliputi penurunan kecemasan, manajemen nyeri, dukungan emosional, serta bantuan dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan jaminan kesehatan BPJS. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, berkurangnya tingkat nyeri, serta peningkatan kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah. Model Sistem Neuman terbukti bermanfaat dalam menangani aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual secara bersamaan, sehingga menjadi pedoman praktik yang tepat untuk kasus yang melibatkan respons fisik dan psikologis terhadap stresor.</p>Wina MersiliaIrna Nursanti
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225116116710.57218/jkj.Vol5.Iss1.2292Efektivitas Problem Based Learning terhadap Reflective Learning Mahasiswa Fakultas Kedokteran
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2381
<p>Kemampuan refleksi diri berperan penting dalam membantu mahasiswa menilai dan mengembangkan proses belajar secara berkelanjutan. Model pembelajaran <em>problem based learning</em> mendorong kolaborasi melalui diskusi kelompok sehingga mahasiswa aktif berkomunikasi dan memecahkan masalah secara sistematis. Dalam konteks ini, refleksi diri menjadi bagian penting agar mahasiswa mampu mengidentifikasi capaian pembelajaran yang sudah baik serta aspek yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas <em>problem based learning</em> terhadap <em>reflective learning</em> mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Penelitian berjenis analitik dengan pendekatan bivariat ini melibatkan 262 mahasiswa yang dipilih melalui <em>stratified random sampling</em>. Data primer dikumpulkan menggunakan instrumen untuk mengukur efektivitas PBL dan tingkat refleksi diri. Hasil menunjukkan sebagian besar mahasiswa berada pada kategori efektivitas PBL tinggi sebesar 66,4 % dan sedang sebesar 33,6%. Tingkat refleksi diri paling banyak berada pada indikator cukup sebesar 48,5 persen, diikuti indikator maksimal 35,5 %, sebagian 13 %, dan terbatas 3,1 %. Penelitian ini membuktikan adanya hubungan bermakna antara efektivitas PBL dan <em>reflective learning</em> dengan kekuatan hubungan lemah dan arah positif.</p>Muhammad Ikhlashul HafizhTissa Octavira PermatasariVivi Meidianawaty
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225116817410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2381Analisis Faktor Internal Yang Berhubungan Dengan Pencegahan Risiko Kecelakaan Kerja Pekerja Perusahaan UPT Balai Yasa Surabaya
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2382
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor internal pekerja dengan upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja di UPT Balai Yasa Surabaya. Faktor internal yang dikaji meliputi tingkat pendidikan, usia, pengetahuan K3, pengalaman kerja, dan motivasi kerja. Desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan sampel 158 pekerja lapangan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara faktor internal dan upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku pencegahan lebih dipengaruhi oleh sistem manajemen K3, budaya keselamatan, pengawasan, serta penerapan SOP dan penggunaan APD yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem dan budaya K3 perlu terus dipertahankan untuk menjaga keselamatan kerja.</p>Luthfi Maulana IbrahimDwi Astuti
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225117518210.57218/jkj.Vol5.Iss1.2382Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Calon Pengantin dalam Melaksanakan Imunisasi TT di Puskesmas Driyorejo
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2396
<p class="s26"><em>Imunisasi Tetanus Toxoid</em> (TT) pada calon pengantin wanita merupakan upaya penting untuk mencegah tetanus pada ibu dan bayi. Namun, cakupan imunisasi TT pada WUS di Kabupaten Gresik pada tahun 2023 hanya 83,2% masih di bawah target 90%. kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan calon pengantin dalam melaksanakan imunisasi TT di wilayah kerja Puskesmas Driyorejo Gresik. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 64 calon pengantin wanita yang berusia 15-49 tahun dan berkunjung ke Puskesmas Driyorejo Gresik pada periode bulan Juni-Agustus 2025. Analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em> dan <em>fisher exact test</em>. Hasil analisis bivariat menunjukkan dukungan calon suami p=0,021 dan peran tenaga kesehatan p=0,014 berhubungansignifikan dengan kepatuhan imunisasi TT. Sementara tingkat pengetahuan p=0,348, pekerjaan p=0,322, dan sikap p=0,081 tidak berhubungan signifikan terhadap kepatuhan calon pengantin dalam melaksanakan imunisasi TT di Puskesmas Driyorejo Gresik.</p>Nasywa Fitria AushafDewi SetyowatiPirlina UmiastutiWahyul Anis
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225118319110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2396Perbandingan Kejadian Pneumonia Gram Negatif pada Lansia dan Dewasa Muda Rawat Inap di RSUD dr. Saiful Anwar: Studi Cross-Sectional
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2397
<p class="AbstractText">Pneumonia menjadi masalah kesehatan yang serius pada kelompok usia lanjut karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian di rumah sakit. Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran pernapasan akibat penurunan fungsi sistem imun, berkurangnya elastisitas paru, serta adanya penyakit penyerta. Kondisi ini membuat respon tubuh terhadap infeksi menjadi lebih lemah. Kasus pneumonia akibat bakteri Gram negatif seperti Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli semakin sering ditemukan dan memiliki tingkat resistensi antibiotik yang tinggi sehingga menyulitkan penatalaksanaan klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia lanjut dengan kejadian pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan memanfaatkan data sekunder rekam medis pasien pneumonia periode Januari 2023 hingga Mei 2024. Sebanyak 74 pasien memenuhi kriteria dan dibagi menjadi kelompok dewasa muda usia 19 sampai 59 tahun serta kelompok lanjut usia usia 60 tahun ke atas. Hasil analisis menunjukkan proporsi pneumonia Gram negatif jauh lebih tinggi pada kelompok lansia dibandingkan dewasa muda dengan Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik p = 0.000 (p <0.05) dengan nilai odds ratio yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa usia lanjut merupakan faktor risiko penting terhadap pneumonia Gram negatif dan menegaskan perlunya pencegahan infeksi serta penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien lansia di rumah sakit.</p>Andhika Firnanda RamadhanSilvia SutandhioEpriyanto Tri DarmadiLaura WihantoGeorge Nicolaus Tanudjaja
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225119219810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2397Faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Memulai Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Tahap Akhir
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2414
<p><em>Keputusan memulai hemodialisis sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien, namun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan pasien gagal ginjal kronik tahap akhir dalam memulai terapi hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan studi retrospektif yang dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad pada 75 pasien yang menjalani terapi hemodialisis, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia >46 tahun (58,7%), berjenis kelamin laki-laki (52,0%), berpendidikan tinggi (60,0%), tidak bekerja (52,0%), dan memiliki asuransi kesehatan (98,7%). Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial yang baik (77,3%), self-efficacy tinggi (70,7%), pengetahuan baik (53,3%), serta tidak menunda dalam memulai terapi hemodialisis (69,3%). Berdasarkan hasil uji chi-square, terdapat hubungan antara usia (p value = 0,011), dukungan sosial (p value = 0,002), self-efficacy (p value = 0,000), dan pengetahuan (p value = 0,001) dengan pengambilan keputusan dalam memulai terapi hemodialisis. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p value = 0,464), tingkat pendidikan (p value = 0,240), pekerjaan (p value = 1,000), dan kepemilikan asuransi (p value = 1,000) dengan pengambilan keputusan dalam memulai terapi hemodialisis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial, self-efficacy, dan pengetahuan yang tinggi meningkatkan kemungkinan pasien mengambil keputusan untuk memulai terapi hemodialisis secara tepat waktu. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi, memperkuat dukungan sosial, serta membangun self-efficacy pasien guna mencegah keterlambatan memulai terapi hemodialisis</em>.</p>Vidi Mayumi Anggita LubisBayhakki BayhakkiArneliwati Arneliwati
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225119921110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2414Hubungan Dukungan Keluarga dengan Aktivitas Fisik pada Lansia Penderita Hipertensi di Posyandu Cempaka Desa Pesanggrahan Kota Batu
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2436
<p><em>Dukungan keluarga merupakan bentuk perhatian, motivasi, informasi, dan pendampingan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan lansia, khususnya pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Cempaka, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling pada seluruh lansia penderita hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan aktivitas fisik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis untuk mengetahui hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan aktivitas fisik dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001, sehingga dukungan keluarga memiliki keterkaitan dengan tingkat aktivitas fisik pada lansia penderita hipertensi</em>.</p>Devia Arzeti OktavianiRatna RoesardhyatiArdhiles Wahyu Kurniawan
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225121221810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2436Hubungan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Indonesia Tahun 2020-2025: Studi Literatur
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2447
<p>Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 19.000 kasus pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita melalui studi literatur. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, DOAJ, dan ResearchGate, dengan kriteria artikel yang diterbitkan tahun 2020-2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif naratif untuk mengidentifikasi pola hubungan antara imunisasi dasar lengkap dan risiko pneumonia. Hasil kajian menunjukkan bahwa balita dengan imunisasi dasar tidak lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia dibandingkan balita yang telah menerima imunisasi lengkap, khususnya melalui vaksin DPT, Hib, dan Campak. Efektivitas imunisasi dipengaruhi oleh faktor tambahan seperti status gizi, pemberian vitamin A, pemberian ASI eksklusif, dan kondisi lingkungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pencegahan pneumonia yang bersifat komprehensif, mengintegrasikan pemberian imunisasi lengkap, perbaikan gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan kualitas lingkungan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam pengembangan program intervensi yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menurunkan kejadian pneumonia pada balita secara efektif..</p>Risca Ayu NugrahenyEuvanggelia Dwilda FerdinandusDominicus HusadaSulistiawati Sulistiawati
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-222026-03-225121922610.57218/jkj.Vol5.Iss1.2447Toksisitas Akut dan Efek Protektif Ekstrak Etanol Schima wallichii terhadap Histopatologi Hati dan Ginjal Mencit yang Diinduksi Aloksan
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2491
<p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang memicu komplikasi pada hati dan ginjal melalui mekanisme stres oksidatif. Tanaman Puspa (<em>Schima wallichii </em>(D.C) Korth) mengandung senyawa bioaktif antioksidan seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas akut serta efek protektif ekstrak etanol ranting <em>S. wallichii</em> terhadap gambaran histopalogi hati dan ginjal <em>mencit (Mus musculus) </em>yang diinduksi aloksan. Mencit jantan diinduksi aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal, kemudian diberikan ekstrak secara oral dengan dosis 98 mg/kgBB (P1) dan 196 mg/kgBB (P2). Parameter yang diamati meliputi berat badan, kadar glukosa darah, gejala toksisitas klinis, serta perubahan mikroskopis jaringan hati dan ginjal. Hasil menunjukkan tidak terdapat mortalitas maupun gejala toksik berat selama 14 hari pengamatan, sehingga nilai LD₅₀ semu dikategorikan praktis tidak toksik (>196 mg/kgBB). Secara histopatologis, kelompok P2 menunjukkan perbaikan signifikan pada jaringan hati (p < 0,05) yang ditandai dengan penurunan derajat degenerasi dan nekrosis. Pada ginjal terdapat tren penurunan skor kerusakan secara deskriptif, namun belum menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak ranting <em>S. wallichii</em> aman pada dosis uji, efektif memperbaiki kerusakan hati (hepatoprotektif), serta memiliki potensi nefroprotektif terbatas pada model mencit diabetes.</p>Tiara Nova RisaMutia RahmawatiLutfi Khoiriyah G RLiah KodariahNindya Sekar MayuriAlfi Rumidatul
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-232026-03-235122723410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2491Potensi Antibakteri Fermentat Nira Siwalan oleh Bacillus subtilis terhadap Staphylococcus aureus
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2501
<p>Fermentasi <em>Bacillus subtilis</em> menggunakan nira siwalan (<em>Borassus flabellifer</em> L.) sebagai sumber karbon telah dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap <em>Staphylococcus aureus</em>. Penelitian ini merupakan <em>true experimental</em> dengan rancangan <em>post-test only control group design</em>. Kelompok perlakuan diberi nira siwalan pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, sedangkan kelompok kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram, dan data dianalisis menggunakan uji <em>One Way ANOVA</em> diikuti uji Dunnett T3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk fermentasi menghasilkan zona hambat dengan diameter berkisar 18,87–22,29 mm pada seluruh konsentrasi perlakuan, yang secara signifikan berbeda dari kontrol negatif (p = 0,000). Disimpulkan bahwa nira siwalan dapat dimanfaatkan sebagai media fermentasi <em>Bacillus</em> <em>subtilis</em> untuk menghasilkan senyawa antibakteri.</p>Fatih AbdullahPrisca Deviani Pakan Regina Marvina HutasoitAnita Lidesna Shinta Amat
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-232026-03-235123524110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2501Karakteristik Klinis Pasien dengan Diagnosis Adenokarsinoma Paru di RSUD 45 Kuningantahun 2021-2023
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2508
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinis pasien dengan diagnosis adenokarsinoma paru di RSUD 45 Kuningan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan pendekatan retrospektif. Dari 50 sampel, mayoritas pasien adenokarsinoma paru berusia 56–65 tahun (40%), berjenis kelamin laki-laki (62%), bekerja sebagai wirausaha (36%), dan memiliki riwayat merokok (62%). Gejala yang paling sering ditemukan adalah sesak napas (94%), dan sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium IV (92%). Pemeriksaan patologi anatomi paling sering berasal dari sampel efusi pleura (64%). Status mutasi EGFR sebagian besar tidak bermutasi (26%), dan terapi yang paling banyak diberikan adalah kemoterapi (88%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien adenokarsinoma paru di RSUD 45 Kuningan adalah laki-laki usia 56–65 tahun, bekerja sebagai wirausaha, memiliki riwayat merokok, dengan keluhan utama sesak napas dan sebagian besar terdiagnosis pada stadium IV; sampel patologi anatomi umumnya berasal dari efusi pleura, status EGFR dominan tidak bermutasi, serta terapi yang paling banyak diberikan adalah kemoterapi.</p>Atik Nur Khaliifatun NisaPutri Ajeng Ayu LarasatiM. Luthfi
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-262026-03-265124224910.57218/jkj.Vol5.Iss1.2508Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Berdasarkan Metode ATC/DDD pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Royal Prima Tahun 2022
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2516
<p>Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di tingkat dunia karena jumlah penderitanya terus bertambah dari waktu ke waktu. Seseorang dinyatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg atau tekanan diastolik ≥90 mmHg. Diperkirakan satu dari tiga populasi dewasa secara global telah menerima diagnosis kondisi ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Medan selama tahun 2022 dengan menerapkan metode ATC/DDD. Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien. Penggunaan obat dihitung berdasarkan total akumulasi dosis dalam satuan miligram, lalu dikonversi ke dalam satuan Defined Daily Dose (DDD) per 100 hari rawat inap. Selanjutnya, distribusi pemakaian obat dianalisis menggunakan metode Drug Utilization 90% (DU 90%). Temuan penelitian memperlihatkan bahwa amlodipine dan candesartan masuk ke dalam kelompok DU 90% dengan persentase kumulatif sebesar 96,03%, yang menunjukkan bahwa kedua obat tersebut merupakan antihipertensi yang paling dominan diresepkan selama periode penelitian. Secara keseluruhan, pola terapi antihipertensi di rumah sakit tersebut didominasi oleh golongan Calcium Channel Blocker (CCB) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB), dan praktik peresepannya telah sejalan dengan rekomendasi dalam pedoman penatalaksanaan hipertensi.</p>Vinsensia Vinisari NdruruDaimah Wirdatus Sanaun HarahapRoy Indrianto Bangar
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-262026-03-265125025810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2516Efektivitas Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan dan Pencegahan Gastritis pada Remaja
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2219
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi gizi berupa flashcard, podcast, dan teka-teki silang (TTS) terhadap peningkatan pengetahuan dan tindakan pencegahan gastritis pada remaja. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan <em>pretest–posttest</em> pada 30 responden yang dibagi ke dalam tiga kelompok intervensi. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan tindakan terhadap gastritis yang diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan seluruh kelompok intervensi. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan efektivitas antar media dengan nilai (<em>p =</em> 0,024) dan <em>mean rank</em> tertinggi (20,25). Namun, uji Wilcoxon menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan yang signifikan secara within group (p=0,005) terdapat pada kelompok flashcard. Sedangkan pada variabel tindakan, seluruh media tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (<em>p=</em>0,835), sehingga intervensi belum mampu sepenuhnya mengubah tindakan pencegahan gastritis. Kesimpulan penelitian ini menunnjukkan bahwa media podcast menjadi pilihan paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja secara antar kelompok sedangkan flashcard efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada kelompok intervensinya masing-masing namun ketiga media tersebut belum mampu memberikan perubahan tindakan pencegahan gastritis secara signifikan.</p>Najla Nafisa FakhriyahRatih KurniasariFitriyah Nafsiyah Muthmainah
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-262026-03-265125926510.57218/jkj.Vol5.Iss1.2219Evaluasi Implementasi Digital Maturity Index Model CIPP Berdasarkan Perspektif SDM di RSUD Sidoarjo Barat
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2332
<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Sidoarjo Barat berdasarkan perspektif Sumber Daya Manusia (SDM) melalui integrasi <em>Digital Maturity Index</em> (DMI) dan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 77 tenaga kesehatan. Tingkat kematangan digital berada pada level 3,92 (terbentuk dan otoritas), yang menunjukkan organisasi telah memiliki tata kelola dan roadmap digital yang sistematis. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa seluruh komponen CIPP memiliki hubungan positif dan signifikan. Context berpengaruh terhadap Input (β=0,364), Input menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi Process (β=0,735), dan Process berdampak kuat terhadap Product (β=0,608). Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh komponen CIPP memiliki hubungan positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas pelatihan, ketersediaan SOP, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Implikasi bagi manajemen rumah sakit adalah perlunya penguatan kebijakan pengembangan kapasitas SDM, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi sistematis guna memastikan transformasi digital berjalan optimal serta berkontribusi terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan.</p>Nabila Insyira NatasyaLaili Rahmatul IlmiUmi Khoirun Nisak
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-262026-03-265126627410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2332Hubungan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Konsumsi Minuman Manis Kemasan pada Remaja SMP X Sumedang
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2316
<p style="font-weight: 400;">Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global dan kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia remaja. Tingginya konsumsi minuman manis kemasan pada usia muda menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan kejadian diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 dengan jumlah konsumsi minuman manis kemasan pada remaja di SMP X Sumedang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII dengan sampel sebanyak 258 responden yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling. Variabel penelitian meliputi tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 dan jumlah konsumsi minuman manis kemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) yang telah diadaptasi dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan dan bersifat negatif antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 dengan jumlah konsumsi minuman manis kemasan (r=–0,674; p<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja tentang diabetes melitus tipe 2, semakin rendah konsumsi minuman manis kemasan.</p>Aulia Rizky RamadhaniaIis AisyahAyu Prameswari
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-282026-03-285127528210.57218/jkj.Vol5.Iss1.2316Determinasi Strategi Adaptasi Tenaga Kesehatan dalam Optimalisasi Manfaat RME dengan Metode TPC-CMUA di RSUD Sidoarjo Barat
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2333
<p>Rumah sakit dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas, salah satunya melalui penerapan <em>Rekam Medis Elektronik (RME)</em>. Namun, implementasi RME di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait adaptasi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi strategi adaptasi <em>benefit maximizing</em> dalam penggunaan RME di RSUD Sidoarjo Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 52 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan <em>Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS)</em>. Variabel yang diteliti meliputi <em>task–technology fit</em>, <em>belief</em>, <em>facilitating condition</em>, <em>social support</em>, dan <em>responsibility</em> terhadap strategi adaptasi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>task–technology fit</em> berhubungan kuat dengan <em>belief</em>, yang selanjutnya berpengaruh terhadap <em>responsibility</em> pengguna. Selain itu, <em>social support</em> menjadi faktor organisasi yang paling dominan dalam mendorong strategi adaptasi <em>benefit maximizing</em>. Nilai R-square menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang baik, terutama pada variabel <em>responsibility</em> dan <em>task–technology fit</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi RME tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesesuaian sistem dengan tugas, keyakinan pengguna, serta dukungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelatihan, pendampingan, dan dukungan manajerial untuk meningkatkan pemanfaatan RME secara optimal.</p>Aisyah Sefi SabillahLaili Rahmatul IlmiUmi Khoirun Nisak
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-282026-03-285128329210.57218/jkj.Vol5.Iss1.2333Diare Akut dan Imunisasi Rotavirus Pada Balita 2-18 Bulan di Puskesmas Surabaya
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2376
<p>Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi di Indonesia, dan Surabaya tercatat memiliki angka kasus yang tinggi di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik balita usia 2–18 bulan di salah satu puskesmas Kota Surabaya tahun 2023 berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur, status gizi (BB/U), status imunisasi Rotavirus, serta kejadian diare akut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif <em>cross</em>-<em>sectional</em> menggunakan data sekunder rekam medis dan catatan program imunisasi. Sampel berjumlah 117 balita yang dipilih secara <em>purposive</em> <em>sampling</em> sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi yang merupakan balita usia 2–18 bulan yang tercatat sebagai penerima layanan. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk variabel kategorik serta (IQR) untuk variabel numerik. Hasil menunjukkan balita laki-laki 58,1%, kelompok umur terbanyak 6–11 bulan 37,6% dengan median umur 9 bulan (IQR: 5–12). Mayoritas status gizi normal sebesar 88,9%, dengan median berat badan 7,8 kg (IQR: 6,75–9,1). Status imunisasi Rotavirus didominasi tidak imunisasi (77,8%) dan imunisasi lengkap (21,4%). Kejadian diare akut tercatat pada 16,2% balita. Kesimpulannya, karakteristik balita didominasi status gizi normal, namun cakupan imunisasi Rotavirus pada sampel masih rendah dan diare akut masih ditemukan pada sebagian balita.</p>Bilqis Alivium MauilaDwiyanti PuspitasariDewi SetyowatiWoro Setia Ningtyas
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-282026-03-285129329810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2376Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Sikap Pedagang dengan Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Kota Bengkulu
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2456
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dan sikap pedagang dengan kepadatan lalat di pasar tradisional Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 109 pedagang kios basah yang dipilih melalui proportional random sampling. Variabel independen meliputi kondisi sanitasi (tempat penjualan, air bersih, pengelolaan sampah, saluran limbah dan pengendalian binatang pembawa penyakit) serta sikap pedagang, sedangkan variabel dependen adalah kepadatan lalat. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist Permenkes No.17 Tahun 2020, kuesioner sikap pedagang dan alat fly grill untuk pengukuran kepadatan lalat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sikap pedagang, tempat penjualan, pengelolaan sampah, saluran limbah dan pengendalian binatang pembawa penyakit dengan kepadatan lalat (p<0,05), sedangkan variabel air bersih tidak berhubungan (p=0,118). Variabel paling dominan berhubungan dengan kepadatan lalat adalah pengendalian binatang pembawa penyakit (OR=10,95; 95% CI: 1,847-64,919). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin buruk sanitasi lingkungan dan sikap pedagang, semakin tinggi kepadatan lalat di pasar tradisional. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan sanitasi pasar dan pembinaan perilaku pedagang sebagai upaya praktis pengendalian vektor untuk mendukung terciptanya pasar tradisional yang sehat.</p>Khafifah Hazriati RepaliaElvi SunarsihLaura Dwi PratiwiRahmatillah Razak
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-282026-03-285129930610.57218/jkj.Vol5.Iss1.2456Manajemen Terapi Suplementasi pada Ibu Nifas: Studi Kualitatif Hambatan Budaya neno Bo’ha di Desa Kesetnana
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2492
<p>Masa nifas memerlukan pemenuhan mikronutrien esensial untuk mencegah komplikasi pemulihan, namun praktik ini sering kali berbenturan dengan kearifan lokal. Pada masyarakat Dawan, tradisi Neno Bo’ha melalui isolasi di ume kbubu dan pantangan makan berbasis konsep "panas-dingin" menjadi determinan utama dalam perilaku kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh tradisi Neno Bo’ha terhadap perilaku konsumsi suplemen dan nutrisi serta merumuskan implikasinya bagi manajemen pelayanan farmasi komunitas yang sensitif budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus dilakukan di Desa Kesetnana, Timor Tengah Selatan, pada Juli–September 2025. Sebanyak 20 informan dipilih melalui <em>purposive</em> dan <em>snowball sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik serta triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan manajemen terapi suplementasi pada ibu nifas lebih dipengaruhi oleh otoritas keputusan kolektif keluarga dan tokoh adat dibandingkan faktor aksesibilitas. Pantangan makanan membatasi variasi gizi sehingga meningkatkan risiko defisiensi mikronutrien. Selain itu, terdapat hambatan persepsi di mana suplemen dianggap sebagai "zat kimia" yang berisiko mengganggu keseimbangan ritual adat, sehingga menurunkan kepatuhan konsumsi. Kesimpulannya, diperlukan transformasi pelayanan farmasi melalui konseling berbasis negosiasi budaya untuk meningkatkan keberterimaan suplemen sebagai pendukung tradisi dan menjamin kepatuhan penggunaan obat yang rasional.</p>Barbara Azalya SarifudinYeri Delsia NenogasuFembrianus Sunario TanggurRoy Pinta Uli
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-282026-03-285130731110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2492Trajectory Komplikasi PMS: Perjalanan Penyakit dan Konsekuensi Jangka Panjang pada LGBT: Narrative Review
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2118
<p><em>Penyakit Menular Seksual (PMS) masih menjadi masalah kesehatan global, terutama pada kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang memiliki risiko lebih tinggi akibat perilaku seksual berisiko, stigma, dan keterbatasan layanan kesehatan. Penelitian ini merupakan narrative literature review yang meninjau perjalanan dan konsekuensi jangka panjang PMS pada populasi LGBT. Dari hasil penyaringan, diperoleh 10 artikel yang relevan dan dianalisis secara naratif. Sebagian besar studi menunjukkan tingginya insidensi sifilis, gonore, klamidia, dan HPV pada kelompok LGBT, terutama pria yang berhubungan seks dengan pria (MSM). HPV tipe onkogenik memiliki persistensi tinggi dan meningkatkan risiko kanker anal, penis, dan orofaring. Walaupun PrEP menekan infeksi HIV, angka IMS bakteri tetap tinggi akibat perilaku berisiko dan faktor psikososial. Penyakit Menular Seksual (PMS) pada populasi LGBT bersifat kronis dan kompleks, dengan dampak fisik dan psikologis jangka panjang, sehingga diperlukan upaya pencegahan, skrining, dan layanan kesehatan yang inklusif untuk menekan komplikasi dan transmisi berkelanjutan</em>.</p>Lucky Amelia SaadHermiaty NasruddinAbdul Rahman RRachmat Faisal SyamsuIrna Diyana Kartika
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-282026-03-285131232010.57218/jkj.Vol5.Iss1.2118Analisis Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Mahasiswa di Akper Gita Matura Abadi Kisaran
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2467
<p>Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kapasitas masyarakat untuk hidup sehat guna mencapai kesehatan optimal adalah tujuan pembangunan kesehatan, yang merupakan komponen penting pembangunan nasional. Penyalahgunaan narkoba, yang merupakan jenis penyimpangan sosial yang bertentangan dengan standar sosial dan hukum, adalah salah satu hambatan untuk mencapai masyarakat yang sehat. Remaja dan mahasiswa seringkali terpengaruh oleh masalah ini, sehingga diperlukan langkah-langkah pencegahan melalui sosialisasi dan pengajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti inisiatif yang dilakukan pada tahun 2024 untuk menghentikan kecanduan narkoba di kalangan mahasiswa di Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan naratif dan metodologi kualitatif. Tujuh orang berpartisipasi dalam penelitian sebagai informan, termasuk empat mahasiswa, satu informan kunci (direktur), satu wakil direktur, dan satu informan tambahan (petugas BNN Kisaran). Wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba di kampus dilakukan bekerja sama dengan BNN Kisaran melalui tes urine pada pemeriksaan kesehatan awal mahasiswa dan sosialisasi tentang risiko yang terkait dengan narkoba. Selain itu, kampus tersebut juga menjalankan kampanye anti-narkoba dengan mendidik mahasiswa dan memasang spanduk. Ditetapkan bahwa program pencegahan penggunaan narkoba di Akper Gita Matura Abadi Kisaran telah berjalan lancar berkat kerja sama dengan BNN Kabupaten Asahan.</p>Yuriansah YuriansahDaniel Ginting
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-302026-03-305132133010.57218/jkj.Vol5.Iss1.2467Eksplorasi Persiapan Dokter Fresh Graduate untuk Program Internsip Dokter Indonesia
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2631
<p>Program Internsip Dokter Indonesia merupakan tahap transisi krusial dari mahasiswa profesi menjadi dokter yang mandiri. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk persiapan dan persepsi kesiapan dokter lulusan baru (<em>fresh graduate</em>) untuk menjalani program internsip. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan pada 6 dokter lulusan baru Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan memperhitungkan keterwakilan responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi‑terstruktur. Validitas data dijaga melalui <em>member check</em> dan <em>peer debriefing</em>. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan kesimpulan. Persiapan menghadapi internsip didominasi upaya mandiri, yaitu mengikuti webinar, workshop, dan kursus dengan fokus pada keterampilan prosedural dan kasus kegawatdaruratan. Selain itu, peserta melakukan pengulangan teori dengan membaca kembali catatan, buku keterampilan, slide kuliah, dan materi dari kanal digital. Meskipun demikian, subjek melaporkan ketidaksiapan yang menonjol pada kasus kegawatdaruratan yang dipengaruhi keterbatasan paparan klinik, serta munculnya beban emosional dan rasa takut membuat kesalahan. Persiapan menghadapi program internsip dokter Indonesia masih bergantung pada inisiatif individu, sementara dukungan sistemik berupa kurikulum transisi, pelatihan terstruktur, dan penguatan aspek psikologis belum optimal. Diperlukan program bridging pra‑internsip yang komprehensif, serta disertai dukungan psikososial untuk mengurangi ketidaksiapan dan <em>transition shock </em>pada fase awal praktik.</p>Muhammad Ansari AdistaRosaria IndahCut Rizka RahmiVidya Chatmayani Mulya
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-302026-03-305133133910.57218/jkj.Vol5.Iss1.2631Hubungan Dukungan Suami dengan Risiko Baby Blues pada Ibu Postpartum di BPM Kecamatan Purwosari
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2424
<p>Baby blues merupakan gangguan emosional ringan yang umumnya terjadi dalam satu hingga dua minggu setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keterlibatan suami dengan risiko baby blues pada ibu postpartum di BPM Kecamatan Purwosari. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan 35 responden. Keterlibatan suami diukur menggunakan PSSQ dan risiko baby blues menggunakan PHQ-9, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif yang bermakna antara keterlibatan suami dan risiko baby blues (r = −0,549; p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan suami, semakin rendah risiko baby blues pada ibu postpartum. Dengan demikian, keterlibatan suami berperan sebagai faktor protektif dalam menjaga stabilitas emosional ibu selama masa nifas.</p>Della Ameilia FirdhyantiJuliati KoesriniAlfunnafi Fahrul
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-302026-03-305134034410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2424Dinamika Psikologis Teknik Reminiscence dalam Meningkatkan Well-Being pada Lansia
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2244
<p>Lansia merupakan tahapan terakhir dalam siklus perkembangan manusia dengan berbagai macam masalahnya misalnya ditinggal meninggal oleh pasangan, aktivitas yang semakin tidak maksimal, kehidupan sosial yang terbatas, pensiun, dan lainnya yang menyebabkan lansia merasa tidak berdaya dan terbebani. Dampaknya lansia yang memiliki <em>well-being</em> rendah akan rentan mengalami depresi dan kecemasan. Tujuan penelitian untuk bentuk <em>well-being</em> pada lansia yang telah menggunakan teknik <em>reminiance</em>. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling dengan kriteria 1) lansia dengan usia minimal 60 tahun, 2) anggota dari sekolah Lansia tangguh BKL Cantik Palangka Raya, 3) Status pernikahan janda atau duda, 4) Tidak memiliki gangguan kesehatan yang berat (diabetes, kanker, ginjal, dll). Tahapan penelitian dengan mencari sesuai keriteria yang telah ditetapkan, kemudian melakukan wawancara semi terstruktur, dan menganalisis menggunakan analisis isi. Hasil yang di dapatkan lansia dapat menemukan <em>well</em>-<em>being</em> dalam bentuk interaksi sosial yang positif dari lingkungan dan autonomi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.</p>Istiqamah HafidDwi Sari UsopYeni Ariyani
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315134534910.57218/jkj.Vol5.Iss1.2244Diagnostic Accuracy of Chemiluminescent Immunoassays Compared to Nucleic Acid Testing for Hepatitis C Screening in Blood Donors: A Systematic Review
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1997
<p><em>Hepatitis C virus (HCV) remains a major global public health problem, requiring accurate and scalable diagnostic methods for effective screening and disease control. Nucleic acid testing (NAT) is considered the reference standard for HCV detection but is limited by high cost and technical complexity, particularly in resource-limited settings. Chemiluminescent immunoassays (CLIA) offer operational advantages and are increasingly used as alternative diagnostic tools. This systematic review was conducted following PRISMA guidelines to compare the diagnostic accuracy of CLIA with NAT for HCV detection in blood donors. A comprehensive literature search was performed in PubMed, Scopus, Web of Science, and Ebscohost for studies published between 2015 and July 2025. Eligible studies directly compared CLIA-based assays with NAT and reported sensitivity and specificity data. Study quality was assessed using the QUADAS-2 tool, and results were synthesized narratively. Four studies involving diverse populations and laboratory settings were included. CLIA-based assays demonstrated high diagnostic performance, with sensitivity ranging from 92.4% to 100% and specificity from 88.8% to 100% when compared with NAT. Several studies reported strong agreement between CLIA and molecular methods, supporting CLIA’s effectiveness for large-scale screening applications. CLIA provides a reliable and cost-effective alternative to NAT for HCV screening, particularly in blood donor and resource-limited settings. However, reduced sensitivity</em> at low viral loads and study heterogeneity remain important limitations<em>.</em></p>Dewi SulistianingrumTeguh TriyonoWidya WasityastutiNovi ValentineDella Hashfi Anzhari
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315135035610.57218/jkj.Vol5.Iss1.1997Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Gangguan Jiwa
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2351
<p>Pada pasien gangguan kejiwaan, ketidakpatuhan minum obat masih menjadi masalah utama yang berdampak pada kekambuhan, perawatan ulang, dan rendahnya kualitas hidup pasien. Banyak pasien menghentikan obat tanpa arahan tenaga kesehatan karena kurangnya pengawasan, motivasi, dan dukungan dari keluarga sebagai sistem pendamping utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan terapi, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingkat dukungan keluarga masih bervariasi dan belum seluruhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan kejiwaan di Puskesmas Ngembal Kulon Kudus. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien ODGJ dalam fase stabil dan keluarga pendamping, dengan sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–55 tahun (48,9%), berjenis kelamin laki-laki (54,3%), memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (38,0%), dan bekerja sebagai pegawai swasta (35,9%). Mayoritas keluarga memberikan dukungan tinggi (58,7%) dan sebagian besar pasien berada pada kategori patuh minum obat (62,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (p = 0,001).</p>Maulida HardianaRia EtikasariEmma Jayanti Besan
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315135736510.57218/jkj.Vol5.Iss1.2351Factors Causing Damage to Medical Record Files at TK.II dr. R. Hardjanto Hospital
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2524
<p><em>Damaged medical records threaten patient safety and service delivery. The objective of this study is to analyze the damage to medical record files at TK.II dr. R. Hardjanto Hospital using the 7M technique. Method a qualitative study through observation, documentation, and interviews with eight informants. Data were analyzed using reduction, display, and conclusion techniques with triangulation. The finding revealed multiple contributing factors: inadequate staff education and lack of training (Man); insufficient and densely packed storage racks (Machine); absence of specific maintenance SOPs (Method); standard quality file covers (Material); limited physical space and enviromental conditions (Media); lack of punishment policy (Motivation); and limited budget allocation for file procurement (Money). Medical record damage was influenced by interrelated managerial and enviromental factors. Hospitals should implement regular training, establish clear maintenance SOPs, improve storage facilities, and strengthen budget planning to enhance medical record preservation.</em></p>Pradea WulandariNurhafidah NurhafidahAnnisa UlfahNila Trisna YuliantiEndras Amirta Hanum
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315136637110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2524Penggunaan Tiktok dan Instagram sebagai Media Edukasi Kesehatan terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri 4 Maluku Tenggara
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2033
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan TikTok dan Instagram sebagai media edukasi kesehatan terhadap perilaku seksual remaja kelas X di SMA Negeri 4 Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X, dengan jumlah sampel 45 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan media TikTok dan Instagram, sedangkan variabel dependen adalah perilaku seksual remaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan Instagram dengan perilaku seksual remaja (p=0,08), namun terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan TikTok dengan perilaku seksual remaja (p=0,01) dengan kekuatan hubungan kuat (Cramér’s V=0,65). Penggunaan TikTok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku seksual remaja, sedangkan Instagram belum berperan efektif sebagai media edukasi kesehatan. Oleh karena itu, perlu strategi edukasi digital yang lebih selektif dan berbasis literasi digital agar media sosial dapat dimanfaatkan secara positif untuk promosi kesehatan reproduksi remaja.</p>Chendy S PelattaYohana DjurumanaElizabeth Matulessy
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315137237710.57218/jkj.Vol5.Iss1.2033Pola Pengobatan Penyakit Tuberculosis Paru dan Anemia Gravis pada Pasien Rawat Inap di RSUD Provinsi Gorontalo
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2241
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pengobatan dan mengevaluasi kesesuaian terapi pada pasien tuberkulosis paru dengan anemia gravis di RSUD Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus klinis dengan pendekatan kualitatif deskriptif, karena memungkinkan analisis mendalam terhadap kondisi klinis yang kompleks dengan memanfaatkan data rekam medis yang lengkap dari satu pasien rawat inap. Populasi penelitian adalah seluruh pasien tuberkulosis paru rawat inap tahun 2023, dengan teknik purposive sampling diperoleh satu pasien laki-laki berusia 22 tahun sebagai sampel. Data dikumpulkan dari rekam medis yang mencakup informasi klinis, hasil pemeriksaan laboratorium, serta terapi yang diberikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada kriteria Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) untuk mengidentifikasi Drug Related Problem (DRP), yaitu masalah terkait penggunaan obat yang dapat memengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi yang diberikan telah sesuai dengan pedoman klinis, meliputi resusitasi cairan, transfusi Packed Red Cell (PRC), pemberian obat anti tuberkulosis standar, antibiotik spektrum luas, serta suplementasi vitamin. Secara klinis, terjadi peningkatan kadar hemoglobin dari 5,4 g/dL menjadi 11,4 g/dL setelah transfusi, disertai stabilisasi tekanan darah dan perbaikan gejala sesak napas. Namun, ditemukan adanya DRP, khususnya interaksi obat antara rifampisin sebagai induktor CYP3A4 dengan deksametason, serta isoniazid sebagai inhibitor CYP2D6 yang memengaruhi aktivasi kodein. Interaksi ini memerlukan pemantauan ketat untuk mencegah penurunan efektivitas terapi dan risiko toksisitas.</p>Faramita HiolaMohamad Rivaldy IrsmansyahAninda Riskita MokotoloiAlya' Ayu MajidahFarah Fauzia Nabila IdrisYuliyanti Paris
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315137838510.57218/jkj.Vol5.Iss1.2241Hubungan Pola Tidur dengan Tingkat Stres dan Pola Makan Remaja di Desa Ranteleda, Kabupaten Sigi
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2278
<p>Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan pola hidup yang berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk pola tidur, tingkat stres, dan pola makan, karena pola tidur yang buruk dapat meningkatkan kadar hormon stres (kortisol) serta memengaruhi perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola tidur dengan tingkat stres dan perubahan pola makan pada remaja di Desa Ranteleda, Kabupaten Sigi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 147 remaja dan sampel 60 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling jenis cluster random sampling, serta dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,3% responden memiliki pola tidur buruk, 43,3% mengalami tingkat stres berat, dan 48,3% memiliki pola makan buruk, serta terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan tingkat stres dan perubahan pola makan (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pola tidur yang tidak teratur berhubungan dengan peningkatan tingkat stres dan perubahan pola makan pada remaja, sehingga pembiasaan pola<em> tidur yang baik penting untuk menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental</em>.</p>Novia Alya SafitriBasri BasriMohamad Fikriyanto H Kilo
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315138639410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2278Analisis Pola Gambaran Radiografi Foto Abdomen Tiga Posisi pada Pasien Ileus Obstruksi
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2470
<p>Ileus obstruksi merupakan kegawatdaruratan bedah dengan insidensi tinggi di Indonesia, terutama di fasilitas dengan keterbatasan CT-scan, sehingga radiografi abdomen tiga posisi menjadi modalitas awal yang krusial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola gambaran radiografi foto abdomen tiga posisi pada pasien ileus obstruksi di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif retrospektif dengan 100 pasien yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> (inklusi: ileus obstruksi dengan radiografi lengkap; eksklusi: ileus paralitik/sub-ileus). Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist yang divalidasi oleh dokter radiologi dan dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan dominasi pasien laki-laki (69%), kelompok usia 51–60 tahun (23%), dan ileus usus halus sebagai jenis tersering (69%) dengan pola utama dilatasi >2,5 cm (89,9%), <em>multiple air-fluid levels</em> (84,1%), dan <em>stretch sign</em> (71%). Pada ileus usus besar, dilatasi kolon/caecum mendominasi (90%), sedangkan ileus kombinasi ditandai penurunan distribusi gas di kolon (90,5%). Radiografi tiga posisi terbukti efektif mendeteksi pola spesifik ileus sesuai letak obstruksi, mendukung diagnosis cepat di fasilitas terbatas.</p>Mohamad Syafrial SainiElen Mahmud LukumAbdi Dzul Ikram HasanuddinDian Pratiwi ImanRomy Abdul
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315139540110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2470Pengaruh Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata) terhadap Penurunan dan Normalisasi pH Saliva pada Remaja
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2552
<p>Ketidakseimbangan pH saliva berperan penting dalam peningkatan risiko karies dan gangguan periodontal. Pengembangan intervensi berbasis bahan alam lokal menjadi strategi potensial dalam upaya promotif–preventif kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh berkumur rebusan daun sirsak (Annona muricata) terhadap perubahan pH saliva pada remaja. Penelitian quasi-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest dilakukan pada 40 siswa kelas VII SMPN 4 Pineleng, Kabupaten Minahasa, yang dipilih secara purposif. Intervensi berupa berkumur menggunakan rebusan daun sirsak. pH saliva diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan pH meter terkalibrasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan pH saliva yang signifikan setelah intervensi (p < 0,05), dengan 85% responden mengalami penurunan nilai pH. Pergeseran dominan terjadi dari kondisi basa menuju netral (77,5%), meskipun sebagian responden menunjukkan peningkatan ke arah asam (20%). Kesimpulan penelitian ini yaitu rebusan daun sirsak secara signifikan menurunkan dan menormalkan pH saliva pada remaja, menunjukkan potensi sebagai agen modulasi pH berbasis herbal. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah in vivo dalam pengembangan intervensi promotif–preventif kesehatan gigi dan mulut, dengan implikasi perlunya pengaturan penggunaan untuk menghindari risiko keasaman berlebih.</p>Youla KaramoyNi Made YulianaJeineke RatuelaVega Roosa FioneSyifa TungkagiJeini Ester NelwanOksfriani Jufri Sumampouw
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315140240810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2552Hubungan Diabetes Melitus terhadap Tingkat Keparahan Ulkus Kornea Infeksius di Gorontalo: Studi Cross-Sectional
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2391
<p>Ulkus kornea infeksius menjadi penyebab utama gangguan penglihatan di Gorontalo, diperburuk oleh diabetes melitus (DM) melalui keratopati diabetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) tidak terkontrol dengan keparahan ulkus kornea infeksius. Studi cross-sectional analitik menggunakan data rekam medis 30 pasien rawat jalan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie (Januari 2023-Desember 2024) dengan total sampling. Instrumen berupa lembar ekstraksi data terstruktur; analisis menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact dan regresi logistik (SPSS 31.0). Sebanyak 66,7% pasien memiliki GDS ≥200 mg/dL; ulkus mayoritas sedang (46,7%) dan berat (33,3%). Terdapat hubungan signifikan GDS dengan keparahan ulkus (p=0,014; OR=7,364). Kesimpulan: DM tidak terkontrol meningkatkan risiko ulkus kornea berat 7,364 kali, menegaskan perlunya kontrol glikemik ketat dan skrining mata rutin.</p>Tsabita Zahra PotutuNanang Roswita ParamataNaning SulemanEdwina Rugaiah MonayoNelyan Helma Mokoginta
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315140941710.57218/jkj.Vol5.Iss1.2391Pola Penggunaan Analgesik Tiga Hari Pascabedah pada Pasien Apendisitis Akut
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2504
<p>Apendisitis akut merupakan kegawatdaruratan bedah umum yang memerlukan apendektomi, namun pola manajemen nyeri pascabedah belum terdeskripsi secara lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan analgesik tiga hari pascabedah (POH-1 hingga POH-3) pada pasien apendisitis akut di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo tahun 2024. Studi deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis dari 36 pasien dengan total sampling, dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan dominasi ketorolak intravena pada POH-1, yang secara bertahap beralih ke NSAID oral pada POH-2 hingga POH-3, disertai penggunaan kombinasi ketorolak-parasetamol pada sebagian pasien. Pola ini mencerminkan transisi sistematis dari kontrol nyeri akut menuju fase pemulihan yang mendukung pendekatan multimodal hemat opioid. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan protokol tatalaksana nyeri pascaapendektomi berbasis bukti lokal guna meningkatkan efisiensi dan keamanan perawatan di fasilitas serupa.</p>Raihan Syaban AsyariSitti RahmaFebi Iswandi Suarno TabiEdwina R MonayoRomy Abdul
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315141842410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2504Gambaran Faktor Risiko dan Histopatologi Kanker Serviks di RSUD Aloei Saboe Gorontalo
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2479
<p>Kanker serviks merupakan keganasan keempat tersering pada perempuan secara global, yang terutama disebabkan oleh infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi tipe 16 dan 18. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko dan profil histopatologi pasien kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo periode Januari 2023–Juli 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling terhadap 30 pasien yang memiliki data rekam medis dan hasil histopatologi lengkap; data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan SPSS versi 25 untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia 46–55 tahun (36,7%), berstatus multipara (66,7%), seluruhnya berstatus menikah (100%), dengan sebagian besar menikah satu kali (73,3%) dan usia pernikahan pertama yang terbagi sama rata antara kelompok <20 tahun dan 20–35 tahun (masing-masing 50%). Profil histopatologi didominasi oleh karsinoma sel skuamosa (66,7%), dengan subtipe non-keratinizing sebagai tipe tersering (53,3%), diikuti adenokarsinoma (23,3%) dan karsinoma adenoskuamosa (10%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kanker serviks di wilayah Gorontalo lebih banyak ditemukan pada perempuan usia dewasa lanjut dengan faktor risiko reproduksi, sehingga peningkatan cakupan skrining dan vaksinasi HPV pada kelompok rentan perlu diprioritaskan sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini.</p>Sang Ayu Nyoman DewaniTrinny TunaSitti RahmaMaimun IhsanAbdi Dzul Ikram Hasanuddin
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315142543410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2479Profil Lipid pada Pasien Stroke Iskemik Akut di RSUD Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2226
<p><em>Penelitian ini menggambarkan profil lipid pada pasien stroke iskemik akut di RSUD Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo tahun 2024. Desain observasional cross-sectional menggunakan data rekam medis 165 pasien usia 25–75 tahun dengan profil lipid lengkap, dianalisis deskriptif univariat. Mayoritas laki-laki (60,6%) usia 55–64 tahun (42,4%), dengan kolesterol total sedikit tinggi (41,2%), LDL di atas optimal (40,6%), HDL rendah (53,9%), dan trigliserida normal (44,8%). Temuan mendukung dislipidemia sebagai pemicu aterosklerosis; disarankan pemantauan LDL dan peningkatan HDL untuk pencegahan</em>.</p>Serly AmaliaYuniarty AntuMuhammad Isman JusufSitti RahmaJeane Novita Irene Abbas
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315143544210.57218/jkj.Vol5.Iss1.2226Pengalaman Ibu Suku Batak Mandailing dalam Merawat Anak Stunting di Desa Rambah Tengah Hulu
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2520
<p>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Rokan Hulu, praktik budaya suku Batak Mandailing memengaruhi pola pengasuhan anak, sehingga diperlukan pemahaman mendalam tentang pengalaman ibu dalam merawat anak stunting. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman ibu suku Batak Mandailing di Desa Rambah Tengah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Enam partisipan dipilih secara purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu kesadaran awal terhadap stunting melalui pemeriksaan posyandu yang disertai respons emosional, kesulitan pemenuhan nutrisi akibat perilaku makan selektif, penggunaan pengobatan tradisional karena keterbatasan ekonomi dan stigma sosial, peran tenaga kesehatan melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan, serta keteguhan ibu dalam perawatan berkelanjutan dengan dukungan keluarga. Ibu menunjukkan komitmen tinggi dalam mengintegrasikan perawatan tradisional dan medis modern. Intervensi sensitif budaya direkomendasikan untuk menurunkan prevalensi stunting.</p>Helmi Raskita TondangYulia Irvani DewiWice Purwani Suci Masrina Munawarah Tampubolon
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315144345410.57218/jkj.Vol5.Iss1.2520Model Komunikasi Efektif Tenaga Kesehatan Keluarga Pasien di ICU: Scoping Review
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2534
<p>Komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di ICU merupakan komponen krusial yang berpengaruh terhadap tingkat distress keluarga dan luaran pasien. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan, baik interpersonal maupun organisasional, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola komunikasi, mengidentifikasi faktor penghambat, serta merumuskan model komunikasi berbasis <em>Patient and Family-Centered Care</em> (PFCC) yang kontekstual dengan budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode <em>scoping review</em> dengan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan CINAHL pada periode 2021–2025. Sebanyak 10 studi terpilih melalui proses seleksi PRISMA-ScR, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan ekstraksi tematik dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode <em>ask-tell-ask</em> dan <em>recipient design</em> merupakan strategi komunikasi tatap muka yang paling efektif. Intervensi keperawatan yang terstruktur terbukti meningkatkan kepuasan keluarga (MD 2,39; p=0,02), kualitas komunikasi (MD 0,37; p=0,002), serta dukungan emosional (MD 8,71; p<0,001). Hambatan utama meliputi beban kerja yang tinggi, kurangnya pelatihan formal, serta kompleksitas dinamika emosional dan budaya. Implikasinya, penerapan PFCC yang disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia melalui pelatihan komunikasi terstruktur, pembentukan peran <em>family liaison nurse</em>, dan pengembangan protokol komunikasi berbasis bukti berpotensi menurunkan distress keluarga serta meningkatkan kualitas layanan ICU secara berkelanjutan.</p>Dulides Kristianto WellyHaryanto HaryantoSuriadi Suriadi Imran Imran
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315145546710.57218/jkj.Vol5.Iss1.2534Kecerdasan Emosional dan Profesionalisme Mahasiswa Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2551
<p>Profesionalisme merupakan kompetensi inti dokter yang harus dibentuk sejak pendidikan kedokteran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecerdasan emosional dengan profesionalisme mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Menggunakan desain cross-sectional, penelitian melibatkan 295 mahasiswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecerdasan emosional (EQ) dan kuesioner profesionalisme, lalu dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki kecerdasan emosional kategori sedang. Sebaliknya, sebagian besar aspek profesionalisme masih berada di bawah rata-rata, khususnya pada aspek kejujuran, akuntabilitas, dan komunikasi. Terdapat hubungan positif signifikan antara kecerdasan emosional total dengan profesionalisme (r = 0,341; p < 0,001), dengan dimensi empati dan pengendalian diri sebagai kontributor utama. Simpulan penelitian ini adalah kecerdasan emosional berperan penting dalam pengembangan profesionalisme mahasiswa kedokteran. Institusi perlu mengintegrasikan pengembangan kecerdasan emosional dalam kurikulum untuk memperkuat perilaku profesional sejak dini.</p>Miqdad Khaedar FayyadhVivi MeidianawatyDuddy Fachruddin
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315146847310.57218/jkj.Vol5.Iss1.2551Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penggunaan Pestisida dengan Keracunan pada Petani di Kecamatan Bandungan
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2390
<p>Keracunan pestisida pada petani hortikultura di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, memiliki prevalensi tinggi akibat pengetahuan rendah dan praktik tidak aman meskipun ada penyuluhan. Penelitian deskriptif analitik dengan <em>desain cross-sectional</em> dilakukan pada November–Desember 2025 terhadap populasi 170 petani aktif di lima desa, dengan sampel 118 responden melalui proportional random sampling. Data primer dari kuesioner KAP tervalidasi (<em>Cronbach's alpha</em> >0.8) dan observasi langsung dianalisis menggunakan uji Spearman rho pada SPSS 26 (α=0.05). Pengetahuan rendah pada 63,6% responden, sikap kurang 49,2%, tindakan baik 53,4%, serta prevalensi keracunan 60,2% dengan gejala dominan pusing (66,9%). Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,885), sikap (p=0,28), atau tindakan (p=0,247) dengan keracunan, meskipun korelasi antar variabel <em>independen signifikan</em> (r=0,21–0,373, p<0,05). Norma subjektif dan enabling factors membatasi penerjemahan KAP menjadi perilaku aman; diperlukan pelatihan APD wajib serta pengawasan Dinas Pertanian.</p>Bilqiis Ramadhani LombayanSri Darnoto
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315147448110.57218/jkj.Vol5.Iss1.2390Penyakit Paru Obstruktif Kronis dengan Massa Intralumen Trakea: Laporan Kasus
https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2262
<p>Pertumbuhan industri <em>coffee shop</em> di Kota Surakarta menyebabkan meningkatnya Latar Belakang: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan kondisi progresif yang sering disertai obstruksi saluran napas, seperti massa intralumen trakea, yang menimbulkan tantangan diagnostik. Tujuan: Melaporkan kasus PPOK dengan massa intralumen trakea serta menekankan pentingnya metode diagnostik komprehensif. Metode: Studi kasus kualitatif pada pasien di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, menggunakan rekam medis, pencitraan thorax (rontgen dan CT scan), biopsi histopatologi, serta wawancara tenaga medis; data dianalisis dengan konten tematik. Hasil: Pencitraan radiologi menunjukkan penyempitan lumen trakea akibat massa jaringan lunak, sementara histopatologi menyingkirkan keganasan, menegaskan nilai diagnostik multimodal. Kesimpulan: Diagnosis dini massa intralumen pada pasien PPOK memerlukan pendekatan multidisipliner dengan pencitraan dan evaluasi histologis untuk optimalkan manajemen dan prognosis. Pendekatan ini meningkatkan deteksi tepat waktu, mengurangi risiko komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien secara klinis.</p>Putu Nanda Pratama PutraCarolus Boromeus TabuniAnanda DigdoyoKetut Wiswa WikramaMahendra Bagus Dwi AtmokoSudharmadji Sudharmadji
Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa
2026-03-312026-03-315148248810.57218/jkj.Vol5.Iss1.2262