Manajemen Terapi Suplementasi pada Ibu Nifas: Studi Kualitatif Hambatan Budaya neno Bo’ha di Desa Kesetnana

Penulis

  • Barbara Azalya Sarifudin Universitas Citra Bangsa
  • Yeri Delsia Nenogasu Universitas Citra Bangsa
  • Fembrianus Sunario Tanggur Universitas Citra Bangsa
  • Roy Pinta Uli Lembaga Pengembangan SDM Tumbuh Kembang Kasih

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2492

Kata Kunci:

kepatuhan suplemen, manajemen farmasi komunitas;, masa nifas, neno bo’ha

Abstrak

Masa nifas memerlukan pemenuhan mikronutrien esensial untuk mencegah komplikasi pemulihan, namun praktik ini sering kali berbenturan dengan kearifan lokal. Pada masyarakat Dawan, tradisi Neno Bo’ha melalui isolasi di ume kbubu dan pantangan makan berbasis konsep "panas-dingin" menjadi determinan utama dalam perilaku kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh tradisi Neno Bo’ha terhadap perilaku konsumsi suplemen dan nutrisi serta merumuskan implikasinya bagi manajemen pelayanan farmasi komunitas yang sensitif budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus dilakukan di Desa Kesetnana, Timor Tengah Selatan, pada Juli–September 2025. Sebanyak 20 informan dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik serta triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan manajemen terapi suplementasi pada ibu nifas lebih dipengaruhi oleh otoritas keputusan kolektif keluarga dan tokoh adat dibandingkan faktor aksesibilitas. Pantangan makanan membatasi variasi gizi sehingga meningkatkan risiko defisiensi mikronutrien. Selain itu, terdapat hambatan persepsi di mana suplemen dianggap sebagai "zat kimia" yang berisiko mengganggu keseimbangan ritual adat, sehingga menurunkan kepatuhan konsumsi. Kesimpulannya, diperlukan transformasi pelayanan farmasi melalui konseling berbasis negosiasi budaya untuk meningkatkan keberterimaan suplemen sebagai pendukung tradisi dan menjamin kepatuhan penggunaan obat yang rasional.

Referensi

Abdullah, A., Ramlah, & Imelda. (2025). Persepsi masyarakat tentang pengobatan tradisional pada ibu nifas di Desa Ulumambi Batat Kecamatan Bambang. Peqguruang: Conference Series, 6(2), 149–150.

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., Horton, S., Webb, P., Lartey, A., & Black, R. E. (2020). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: What can be done and at what cost? The Lancet, 395(10233), 452–477. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30284-X.

Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2016). Member checking: A tool to enhance trustworthiness or merely a nod to validation? Qualitative Health Research, 26(13), 1802–1811. https://doi.org/10.1177/1049732316654870.

Dion, Y., Tahu, S. K., & Tanggur, F. S. (2025). Tradisi Neno Bo’ha dalam perawatan masa nifas: Tantangan integrasi budaya dan kesehatan modern di masyarakat Dawan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 6432–6440.

Hanifah, A. N. (2018). Peran bidan dalam menghadapi budaya panggang dan tatobi ibu nifas pada suku Timor di Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2016. Jurnal Info Kesehatan, 16(1), 119–130. https://doi.org/10.31965/infokes.Vol16.Iss1.177.

Irmawati, Aziz, F., Delilah, E., Ishak, P., & Jafar. (2025). Kajian persepsi masyarakat Indonesia terhadap obat kimia dan tradisional melalui analisis linguistik dan NLP dalam konteks farmasi. Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences, 3(1), 37–43. https://doi.org/10.59823/jopacs.v3i1.76.

Najmah. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Media.

Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847.

Nuzul, R. Z. A., & Juwita, C. M. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pantang makanan selama masa nifas di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 3(2), 187–195.

Olla, D. I., Romeo, P., & Limbu, R. (2022). Gambaran budaya Neno Bo’ha pada ibu melahirkan di Desa Tobu Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Kesehatan dan Kebidanan (JKJ), 4(1), 1619.

Rahmawati, W. C., Fikri, A., Ningrum, F. Y., Rahmawati, R. A., Desandyansyah, S. K. N., Ilahi, V. A. R., & Gunawan, Y. N. (2024). Rangkaian tradisi Neno Bo’ha terhadap kesehatan ibu melahirkan dan bayi di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Studi literatur. Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2024, 178–180. Universitas Negeri Malang.

Tauho, K. D., Tampubolon, R., & Oematan, M. M. (2023). Uterine involution in Dawanesse postpartum mothers with tatobi practices. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 12(2), 218–225.

Toy, S. M., Ndoen, E. M., & Ndun, H. J. N. (2024). Traditional beliefs and practices of postpartum care in rural East Nusa Tenggara, Indonesia. International Journal of Public Health Science, 13(4), 1783–1793. https://doi.org/10.11591/ijphs.v13i4.24294.

UNICEF. (2020). Maternal nutrition in Indonesia: Landscape analysis and recommendations. UNICEF Indonesia.

UNICEF. (2023). Maternal Nutrition Update. UNICEF.

World Health Organization. (2022). WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience. World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-28