Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Purin dan Kebiasaan Minum Teh terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia

Penulis

  • Cintya Bella Mustafa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Omry Tri Asmara Adi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2403

Kata Kunci:

asam urat, Lansia, purin, teh

Abstrak

Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang sering terjadi pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor diet. Konsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Selain itu, teh mengandung polifenol yang diduga dapat memengaruhi metabolisme purin dan pembentukan asam urat. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan konsumsi teh dengan kadar asam urat masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi purin dan kebiasaan minum teh dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Triyagan, Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 18 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling karena keterbatasan populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Konsumsi purin dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kebiasaan minum teh diukur menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan dengan metode enzimatik di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi purin berhubungan signifikan dengan kadar asam urat (p = 0,003), sedangkan kebiasaan minum teh tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar asam urat (p = 0,260). Dengan demikian, konsumsi purin berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat pada lansia, sementara kebiasaan minum teh tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.

Referensi

Chen, L. et al., (2024). Association between tea consumption and hyperuricemia among steel workers. Journal of Occupational Health, 66, e12345. https://doi.org/10.1002/1348-9585.12345

Dewi, N. (2020). Perubahan fisiologis lansia dan implikasinya terhadap kesehatan. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 12, 55–62.

Hariyono, et al. (2024). The Effect of Consumption of a High-Purine Diet on Increasing Uric Acid Levels and Blood Pressure in the Elderly in Kediri District. Journal for Research in Public Health, 6(1), 43–50. https://doi.org/10.30994/jrph.v6i1.88

Harto, A. and Riandika, T. (2023). Hiperurisemia sebagai faktor risiko gout arthritis pada usia lanjut. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18, 21–29.

Harto, T.; Riandika, W.; Septiani, E. (2023). Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Purin dengan Penyakit Asam Urat. Lentera Perawat, 4(1), 66–70. https://doi.org/https://doi.org/10.52235/lp.v4i1.206

Juwantari, O. M. (2021). Gambaran Kadar Asam Urat pada Wanita Menopause [Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang]. https://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/2051?

Kussoy, V. F.; Kundre, R.; Wowiling, F. (2023). Kebiasaan Makan Makanan Tinggi Purin dengan Kadar Asam Urat di Puskesmas. Jurnal Keperawatan, 7(2). https://doi.org/10.35790/jkp.v7i2.27476

Magdalena, C. and Kundre, R. and Wowiling, F. (2019). Hubungan konsumsi makanan tinggi purin dengan kejadian gout arthritis pada masyarakat Manado. Jurnal Keperawatan, 7, 77–85.

Mubarak, A. and Astuti, Y. (2022). Pola makan tinggi purin dan risiko hiperurisemia pada orang dewasa di Indonesia. Jurnal Gizi Indonesia, 11, 45–52.

Mulyono, S. (2018). Pengaruh konsumsi teh terhadap kadar asam urat pada kelompok dewasa. Jurnal Kesehatan, 9, 13–19.

Musa, I. M.; Indarwati, R. P.; Akbar, M. A. (2022). Penyuluhan Diet Rendah Purin dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Hiperurisemia. Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia, 3(2). https://doi.org/10.33096/jpki.v3i2.195

Sari, D. and Pratiwi, N. (2020). Konsumsi teh dan kadar asam urat: Studi literatur. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia, 8, 22–28.

Soemantri, R. (2011). Kisah dan khasiat teh. PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

Sulaiman, T.; Agustina, L.; Deniati, K. (2024). Hubungan Asupan Makanan Tradisional Dengan Kadar Asam Urat pada Masyarakat Perkotaan di Mustika Jaya, Bekasi. Binawan Student Journal. https://doi.org/10.54771/027hzw58

Suryaningtias, C. (2021). Asupan Bahan Makanan Sumber Purin, Status Gizi dan Kadar Asam Urat pada Lansia [Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang]. https://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/1332?.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-11