Hubungan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Konsumsi Minuman Manis Kemasan pada Remaja SMP X Sumedang
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2316Kata Kunci:
diabetes melitus tipe 2, minuman manis kemasan, pengetahuan, remajaAbstrak
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global dan kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia remaja. Tingginya konsumsi minuman manis kemasan pada usia muda menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan kejadian diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 dengan jumlah konsumsi minuman manis kemasan pada remaja di SMP X Sumedang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII dengan sampel sebanyak 258 responden yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling. Variabel penelitian meliputi tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 dan jumlah konsumsi minuman manis kemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) yang telah diadaptasi dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan dan bersifat negatif antara tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 dengan jumlah konsumsi minuman manis kemasan (r=–0,674; p<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja tentang diabetes melitus tipe 2, semakin rendah konsumsi minuman manis kemasan.
Referensi
Akhriani, M., Fadhilah, E., & Kurniasari, F. N. (2016). Hubungan Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Kejadian Kegemukan pada Remaja di SMP Negeri 1 Bandung. Indonesian Journal of Human Nutrition, 3(1), 29–40.
Asriati, A. (2023). Analisis Perilaku Konsumsi Makanan Dan Minuman Manis Terhadap Prediabetes Remaja Di Kota Jayapura. Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 495–511.https://doi.org/10.22487/preventif.v14i3.970
Kemenkes RI. (2023). Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan: Dampak dan Cara Mencegahnya. https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-konsumsi-gula-berlebihan
Miller, C., Dono, J., Scully, M., Morley, B., & Ettridge, K. (2022). Adolescents’ knowledge and beliefs regarding health risks of soda and diet soda consumption. Public Health Nutrition, 25(11), 3044–3053.https://doi.org/10.1017/S1368980022001719
Mubaraqin, N. H., Rosalina, E., & Hatussaadah, S. F. (2024). Hubungan Pengetahuan Efek Negatif dengan Perilaku Konsumsi Minuman Kemasan pada Remaja. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 13(2), 208–214. https://doi.org/10.36565/jab.v13i2.782
Rizma, A., Herviana, H., Anggraini, C. D., Gemini, S., & Rosyidah, H. N. (2024). Gambaran Pengetahuan dan Sikap terhadap Minuman Manis pada Usia Dewasa Muda di Kepulauan Riau. Indonesia Berdaya: Journal of Communication Engagement, 5(3), 948.
Siregar, S., Putra, E. S., Studi, P., Terapan, S., Keperawatan, J., Jambi, P. K., Jambi, P. K., Iptek, P. U., Jambi, P. K., & Jambi, P. K. (2021). Program Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis , Jurusan Analis Program Studi Diploma Tiga Keperawatan , Jurusan Keperawatan , hal yang penting dari keadaan metabolisme probabilitas tinggi perkembangan diabetes di American Perilaku konsumsi makan. 10(2), 89–97.https://doi.org/10.30644/rik.v8i2.538
Sriati, A., Hendrawati, S., & Aprilia, R. (2020). Tingkat Kecanduan Media Sosial pada Remaja. Journal of Nursing Care, 3(1), 41–53. https://jurnal.unpad.ac.id/jnc/article/view/26928
Teng, N. I. M. F., Juliana, N., Izlin, N. L., & Semaon, N. Z. (2020). Knowledge, attitude and practices of sugar sweetened beverages: A cross-sectional study among adolescents in Selangor, Malaysia. Nutrients, 12(12), 1–13. https://doi.org/10.3390/nu12123617











