Formulasi dan Uji Evalusi Sedian Sabun Cair Cuci Piring Sebagai Antibakteri Dari Ekstrak Daun Sanduduk Bulu (Clidemia hitra)

Penulis

  • Nurhidayah Nurhidayah STIKes Maluku Husada
  • Nur Hasfiana Baktiar STIKes Maluku Husada
  • Cut Bidara Panita Umar STIKes Maluku Husada

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1715

Kata Kunci:

Antibakteri, Daun sanduduk bulu, Sabun cuci piring

Abstrak

Sanduduk Bulu (Clidemia hirta) merupakan tanaman yang berasal dari amerika selatan, yang  tumbuh  liar dan banyak digunakan untuk pengobatan  tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan aktivitas anti bakteri ekstrak daun sanduduk bulu (Clidemia. hirta) dalam sediaan sabun cair. Metode menggunakan studi eksperimetal labolatorium  dengan  desain penelitian  uji evaluasi fisik meliputi uji  organoleptik , uji pH, uji stabilitas busa dan uji homogenitas uji, untuk uji organoleptik warna ,baun dan bentuk untuk FI,FII dan FII memiliki hasil yang baik,untuk uji pH sebelum  dilakukan  penyimpanan  selama  satu  minggu pada untuk FI memiliki pH 4,5, FII memiliki pH 4,8  dan  FIII   memiliki  pH  5,4,  setelah  penyimpanan  selama  satu  minggu  pH  sediaan  untuk  FI 4,4,  FII  4,7 dan  FII  5,2 hasil pengujian  menunjukan bahwa  pH  sabun cuci piring dari ekstrak daun sanduduk bulu memilii pH basa, untuk uji stabilitas busa,  sebelum penyimpanan  selama  satu  minggu  untuk  FI  yaitu  6 cm,FII 10 cm  dan  FII 11.setelah di lakukan  penyimpana  selama  satu  minggu untuk busa yang di hasilkan pada FI yaitu 8 cm, FII 13cm, dan FII 14 cm, uji homogentias sebelum dan sesudah penyimpanan menujukan hasil yang homogen, Kesimpulan bahwa daun sanduduk bulu  (Clidemia hirta) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin,tanin dan alkaloid.Ekstrak daun sanduduk bulu (Clidemia HirtaL.) dapat diformulasikan  sebagai  sediaan  sabun cair cuci piring Perbandingan  konsentrasi dari zat aktif yang digunakan dapat mempegaruhi sifat fisik dari sediaan  sabun cair cuci piring yaitu uji organoleptis uji pH uji kestabilan busa dan uji homogenitas.

Referensi

Ayuni, I. R. (2023). Uji Efektivitas Antidiare Kombinasi Ekstrak Daun Beluntas Dan Daun Manggis Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Dengan Metode Defekasi (2), 133-144.

Agusta, W. T. (2016). Optimasi formula sabun cair antibakteri ekstrak etanol daun sirih merah (piper crocatum ruiz & pav.) dengan variasi konsentrasi virgin coconut oil (vco) dan kalium hidroksida (koh). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 3(1).

Asti Permata, Y. S. (2015). Karakteristik Sabun Cair Denan Penambahan Kalogen Ikan Air Laut Yang Berbeda. Jurnal Undip, 4.(4): 1-6.

Brigitta M. V. (2017). Formulasi Sabun Cair Cuci Tangan Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basillicum L.) Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Stapyhlococcus Aureus Secara In Vitro. Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma.

Chasani, M., Widyaningsih, S., Dan Mubarok, A. (2015). Sintesis Dan Karakterisasi Sabun Natrium Dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphilococus Aureus. Jurnal Molekul, 10 (1): 66-73.

Dirjen, P. O. M. (2020). Direktur Jenderal Pengawas Obat Dan Makanan) Depkes Ri. 2020. Parameter Standar Umum Eksrtrak Tumbuhan Obat. Departemen Kesehatan Republik.

Khairani,M. P. (2023). Pengaruh Pemberian Minyak Atsiri Daun Senduduk Dan Jintan Hitam Terhadap Mastitis Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Desa Bangun Sari Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai 4(4):5989–95.

Mahayuni, Made Galih Dwi, I. Gusti Ngurah Agung W.W, And Ni P.W. (2023). Formulasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera L.).”Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia 5(1):1–11.

Maripa, B. R,. (2015). Pengaruh Konsentrasi Naoh Terhadap Kualitas Sabun Padat Dari Minyak Kelapa (Cocos Nucifera) Yang Ditambahkan Sari Bunga Mawar (Rosa L.). Mataram: Fpmipa Ikip Mataram

Mulyani, Novita, Murhadi M, Susilawati S, And Dewi S. (2022). Formulasi Sabun Cuci Piring Racikan Dengan Penambahan Gel Lidah Buaya Dan Jeruk Nipis. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan 1(2):209–18.

Naomi, P., Gaol, A.M.L., Dan Toba, Y. (2019). Pembuatan Sabun Lunak Dari Minyak Goreng Bekas Ditinjau Dari Kinetika Reaksi Kimia. Jurnal Teknik Kimia. 19 (2) : 42-48.

Octaviani, Ervina. (2017). Formulasi Deterjen Cuci Cair Sebagai Penyuci Najis Mughalladzah Dengan Variasi Tanah Kaolin-Nano Bentonit. 26(7).

Pelu, A. D, And Jayanti D. (2021). Studi Farmakognostik Tanaman Harendong Bulu (Clidemia Hirta) Asal Maluku. Jumantik (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) 6(4):314–20.

Predianto, H., Momuat, L.I., Dan Saugi, M.S. (2017). Produksi Sabun Mandi Cair Berbahan Baku Vco Yang Ditambahkan Dengan Ekstrak Wortel (Daucus Carrota). Chem, Prog. 10(1): 26-30.

Simanjorang, Apri W. (2018). Pengaruh Perubahan Kadar Flavonoid Akibat Lama Penyimpanan Ekstrak Etanol Daun Turi (Sesbania Grandiflora) Terhadap Potensinya Sebagai Insektisida Alami Pada Nyamuk Culex Sp Dengan Metode Semprot.

Widyasanti, A., Farddani, L., Dan Rohdiana, D. (2016). Pembuatan Sabun Padat Transparan Menggunakan Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil) Dengan Penamabahan Bahan Aktif Ekstrak Teh Putih (Camellia Sinensis). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 5(3) : 125-136.

Yemima, Yanti. (2018). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Senduduk Bulu [Clidemia hirta (L.) D. Don] Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli.

Yanuarto, T. (2021). Formulasi Sediaan Sabun Cair Cuci Piring Dari Minyak Atsiri Bunga Kecombrang Etlingera Elatior (Jack) Rm Smith. Jurnal Ilmiah Pharmacy, 8(1), 80–86.Https://Doi.Org/10.52161/Jiphar.V8i1.324

Yusriyani, Y. (2022). Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Sabun Cuci Tangan Cair Ekstrak Kulit Buah Pisang Kepok (Musa Balbisiana). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 6(2), 89-98

Zulkifli, Mochamad, And Teti E. (2014). Sabun Dari Distilat Asam Lemak Minyak Sawit: Kajian Pustaka Oktober. Jurnal Pangan Dan Agroindustri 2(4):170–77.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-30