Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kejadian TB Paru Di Provinsi Lampung
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1539Kata Kunci:
Human development, Kondisi lingkungan, Penggunaan lahan, TuberculosisAbstrak
Degradasi lingkungan, khususnya perubahan tutupan lahan, berdampak signifikan terhadap kondisi fisik lingkungan dan memengaruhi kesehatan manusia. Salah satu dampak kesehatan yang relevan adalah peningkatan kasus tuberkulosis (TB), yang disebabkan oleh perkembangbiakan Mycobacterium tuberculosis dalam kondisi lingkungan fisik yang lembap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tutupan lahan seperti perkebunan, pertanian campuran, permukiman, dan sawah, serta variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi sebagai representasi pembangunan manusia, terhadap kejadian tuberkulosis di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear. Data tutupan lahan, IPM, dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan kausalitas dengan kasus tuberkulosis. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa secara uji-t, variabel perkebunan dan persentase pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh nyata terhadap kejadian tuberkulosis di Provinsi Lampung. Perkebunan menunjukkan koefisien dengan P-value sebesar 0,045, sementara persentase pertumbuhan ekonomi memiliki koefisien dengan P-value sebesar 0,001. Sebaliknya, penggunaan lahan lainnya (pertanian campuran, permukiman, dan sawah) serta Indeks Pembangunan Manusia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kasus tuberkulosis. Berdasarkan temuan ini, diharapkan pemerintah dapat merumuskan regulasi yang kredibel terkait penggunaan lahan di masa mendatang, terutama dalam pengelolaan perkebunan, untuk memitigasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanggulangan tuberkulosis.
Referensi
Affan, F. M. (2014). Analisis perubahan penggunaan lahan untuk permukiman dan industri dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Ilmiah Pendidikan Geografi, 1(2), 49–60.
Amallia, F. N. (2019). Analisis faktor risiko kualitas lingkungan fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian TB paru pada wanita di wilayah kerja Puskesmas Banyu Urip Kota Surabaya. [Skripsi/Tesis tidak dipublikasikan]. Universitas Airlangga.
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2014). Lampung dalam angka 2014. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.
Bakri, S. (2012). Fungsi intrinsik hutan dan faktor endogenik pertumbuhan ekonomi sebagai determinan pembangunan wilayah Provinsi Lampung. [Tesis tidak dipublikasikan]. Institut Pertanian Bogor.
Fitriani, E. (2013). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. UJPH, 2(1).
Girsang, M., Tobing, K., & Rafrizal, R. (2011). Faktor Penyebab Kejadian Tuberculosis Serta Hubungannya dengan Lingkungan Tempat Tinggal di Provinsi Jawa Tengah (Analisis Lanjut Riskesdas 2007). Indonesian Bulletin of Health Research, 39(1), 34-41.
Hargreaves, J. R., Boccia, D., Evans, C. A., Adato, M., Petticrew, M., & Porter, J. D. (2011). The social determinants of tuberculosis: From evidence to action. American Journal of Public Health, 101(4), 654–662. https://doi.org/10.2105/AJPH.2010.199505
Inopianti, N., & Ramdan, D. (2016). Pemanfaatan sistem informasi geografis (SIG) & penginderaan jauh dalam pemetaan penutupan lahan di Kabupaten Banjarnegara. Dalam Seminar Nasional Peran Geospasial dalam Membingkai NKRI (Vol. 1, hlm. 293–300).
Rita Rosari, S., Bakri, S., Santoso, T., & Wardani, D. W. S. R. (2017). Effect of land use toward pulmonary tuberculosis incidence: Study in Lampung Province. Jurnal Sylva Lestari, 5(1), 71–80.
Ruswanto, B. (2010). Analisis spasial sebaran kasus tuberkulosis paru ditinjau dari faktor lingkungan dalam dan luar rumah di Kabupaten Pekalongan. [Tesis tidak dipublikasikan]. Universitas Diponegoro.
Shah, H. A., Huxley, P., Elmes, J., & Murray, K. A. (2019). Agricultural land-uses consistently exacerbate infectious disease risks in Southeast Asia. Nature Communications, 10(1), 4299. https://doi.org/10.1038/s41467-019-12333-z
Sitorus, V. R. B. (2022). Nilai jasa lingkungan program reforestasi pada reduksi insidensi TB paru dan pneumonia balita di bawah skenario pemanasan global: Studi di Provinsi Lampung. [Disertasi tidak dipublikasikan]. Universitas Lampung.
Wikurendra, E. A. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru dan upaya penanggulangannya. Jurnal Ekologi Kesehatan, 9(4), 1340–1346.











