Faktor Risiko Tuberkulosis Paru Pada Remaja di Indonesia: Studi Literatur
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1531Kata Kunci:
Faktor risiko, Indonesia, Remaja, Tuberkulosis paruAbstrak
Di Indonesia, khususnya pada remaja, tuberkulosis paru masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Studi ini menyelidiki komponen populasi dan lingkungan yang meningkatkan kemungkinan terkena tuberkulosis paru-paru. Metodenya mencakup pengamatan literatur dari jurnal nasional dan internasional berbahasa Indonesia terbitan 2017–2024 yang membahas TB paru pada remaja Indonesia. Jurnal dapat ditemukan dengan menggunakan Google Scholar dan aplikasi Publish or Perish untuk mencari kata kunci yang relevan. Sebanyak 20 artikel dan jurnal ilmiah ditinjau dalam penelitian ini untuk memastikan keberagaman dan kekuatan data yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan tempat tinggal, pendidikan, dan status ekonomi merupakan tiga komponen sosial utama yang mempengaruhi kerentanan TB. Kondisi fisik rumah seperti pencahayaan buruk, ventilasi kurang, dan kebiasaan merokok di dalam rumah meningkatkan risiko penularan. Faktor penyebaran lainnya adalah tempat tinggal yang padat dan mobilitas tinggi. Pendekatan lintas sektor, seperti peningkatan kualitas perumahan, pendidikan kesehatan, dan deteksi dini, diperlukan untuk memerangi tuberkulosis. Dalam pencegahan dan pengendalian TBC paru, faktor sosial dan lingkungan harus dipertimbangkan, terutama untuk populasi usia produktif.
Referensi
Andayani, S. (2020). Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Kelamin. Jurnal Berdasarkan Jenis Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu 8(2):135-40.
Arisandi M, dan Novitry F. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di rumah sakit umum daerah. Lentera Ners 10.52235/lp.v5i1.284. 5(1):123-33.
Ferly, O, Fauta A , dan Agustin. (2021). Analisis Kesehatan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Desa Tanjung Seteko Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1(2):1–12.
Isma, Y, dan Dwi Lestari S. (2017). Hubungan Antara Status Gizi dan Pendapatan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen tahun 2015, status gizi. Status gizi merupakan salah satu status sosial ekonomi. Pendapatan merupakan salah satu faktor yang terkait. Jurnal Keperawatan Indonesia 1(1):18–25.
Kusniawati, N. Herni, Susaldi, dan Yeni Koto. (2022). Ventilasi Rumah, Kepadatan Hunian dan Kebiasaan Merokok Berhubungan dengan Kejadian TB Paru di Puskesmas Kabupaten Bogor. Jurnal Kesehatan Pertiwi Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiwi Husada 4(1):28–35.
Lamria, P, Kristina K, Perwitasari D, Tejayanti T, dan Bisara Lolong D. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis pada Usia 15 Tahun ke Atas di Indonesia (Analisis Data Survei Prevalensi Tuberkulosis (SPTB) di Indonesia Tahun 2013-2014). Buletin Penelitian 23(1):10–17. Sistem Kesehatan
Listy, H. dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. (2024). Jurnal Kesehatan Masyarakat Kendari (JKKM) Vol. 4 No. 1 Tahun 2024 Studi Epidemiologi Tuberkulosis (TB) Paru di Indonesia: Temuan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Studi Epidemiologi Tuberkulosis (TB) Paru di Indonesia: Temuan". 4(1).
Mardiati M, dan Fitri, H. (2023). Gambaran Status Gizi Pada Pasien Tuberkulosis Paru (TB Paru) Usia 0-5 Tahun yang Menjalani Rawat Jalan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2022. Nusantara1(3):165
Mardjoen, Melisa M., Billy J. Kepel, dan Marjes N. Tumurang. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e Journal) 2(1):45– 53.
Maqfiro, S. N. A., Fajrin, I., & Sukmah, A. (2021). Pendampingan Kader Posyandu Tentang MP-ASI Di Kelurahan Kalumpang Kota Ternate. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(2), 307-316.
Monintja N, Warouw F, Pinontoan OR. (2020). Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Indonesia 1(3):94–100.
Nurjana A. Made. (2018)(. "Faktor Risiko Tuberkulosis Paru pada Usia Produktif 15-49 Tahun di Indonesia." Media & D 25:165– 70.
Pralambang, Dayu S, dan Setiawan S. (2021). Faktor-faktor Risiko Penyakit Tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistika, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan 2(1):60.
Rita, Erni, dan Mariatul Qibtiyah S. (2020). Hubungan Kontak Penderita Tuberkulosis dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak. Jurnal Ilmu dan Praktik Keperawatan Indonesia 3(1):35–41.
Rizki, Ziyadatur Maghfiroh Lailatul I. (2024). Tinjauan Pustaka: Faktor Risiko Lingkungan terhadap Kejadian Tuberkulosis. Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat 4(02):476-83.
Sahadewa S, Eufemia E, Edwin E, Niluh N, dan Shita S. (2019). Hubungan Tingkat Pencahayaan, Kelembaban Udara, dan Ventilasi Udara dengan Faktor Risiko Tb Paru Positif di Desa Jatikalang Kecamatan K Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma 8(2):118-30.
Simbolon, Royson D, Mutiara E, dan Lubis R. (2019). Analisis Spasial dan Faktor Risiko Tuberkulosis Paru di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi-Sumatera Utara Tahun 2018." Jurnal Kedokteran Klinis 35(2):65.
Sonny P. Warouw, dan Netti E. Br Brahmana. (2021). Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Padang Bulan Kota Medan Tahun 2020. Jurnal Teknologi dan Kedokteran Kesehatan 7(1):128
Sucipto, Putri A, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam dan Negeri Sumatera. (2024). Jurnal Ilmiah Kesehatan Indonesia, Studi Literatur: Kekayaan Alam Indonesia sebagai Potensi Antidiabetes Kata kunci: Diabetes, Studi Literatur, Sumber Daya Alam. Jurnal Ilmiah Kesehatan Indonesia." 9 (2 ).
WHO. (2020) Situasi Wabah Penyakit Virus Corona (COVID-19) 19:1–17.











