Inisiasi Pembentukan Sub-Klaster Kesehatan Reproduksi Dalam Upaya Kesiapsiagaan Krisis Kesehatan Di Jawa Tengah

Penulis

  • Bambang Budi Raharjo Universitas Negeri Semarang
  • Efa Nugroho Universitas Negeri Semarang
  • Alfiana Ainun Nisa Universitas Negeri Semarang
  • Ayu Istiada Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1523

Kata Kunci:

Kesehatan reproduksi, Kesiapsiagaan, Manajemen bencana, PPAM, Sub-klaster

Abstrak

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan risiko bencana tinggi di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada terganggunya layanan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi yang krusial bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan remaja perempuan. Layanan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti minimnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya manusia, dan kurangnya integrasi sistem layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan tantangan pembentukan sub-klaster kesehatan reproduksi sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan krisis kesehatan di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, BKKBN, BPBD, Puskesmas, organisasi masyarakat, dan universitas. Kegiatan meliputi identifikasi wilayah, pembentukan tim koordinasi, pelatihan Minimum Initial Service Package (MISP), dan evaluasi implementasi sub-klaster. Hasil menunjukkan bahwa struktur sub-klaster mampu memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas stakeholder dalam menghadapi krisis. Workshop PPAM meningkatkan pemahaman peserta terkait layanan reproduksi di situasi darurat. Diskusi kelompok terfokus juga menunjukkan peningkatan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan sub-klaster kesehatan reproduksi merupakan strategi efektif untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang responsif dan inklusif di wilayah rawan bencana, serta berpotensi direplikasi secara nasional.

Referensi

Adi, A., Shalih, O., Shabrina, F., Rizqi, A., Putra, A., Karimah, R., Eveline, F., Alfian, A., Syauqi, Septian, R., Widiastono, Y., Bagaskoro, Y., Dewi, A., Rahmawati, I., Seniarwan, Suryaningrum, H., Purnamasiwi, D., & Puspasari, T. J. (2023). IRBI (Indeks Risiko Bencana Indonesia). Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 01, 1–338.

Azizah, M., Apriadi, R. K., Januarti, R. T., Winugroho, T., Yulianto, S., Kurniawan, W., & Widana, D. K. (2021). Kajian Risiko Bencana Berdasarkan Jumlah Kejadian dan Dampak Bencana di Indonesia Periode Tahun 2010 – 2020. Journal of Science Education, 6(1), 35–40. https://doi.org/10.33369/pendipa.6.1.35-40

Batjo, S. H., Arsyad, G., & Admasari, Y. (2022). Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Kesehatan Reproduksi dalam Menghadapi Situasi Bencana. Jurnal Masyarakat Mandiri, 6(4), 3280. https://doi.org/10.31764/jmm.v6i4.9584

BNPB. (2022). Informasi Laporan Tahunan Layanan Publik. E-PPID Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Dinkes Jateng. (2023). Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2023.

Hermawan, D. Y., Widyaningrum, H., Lee, S. F., Indarjo, S., Nugroho, E., Raharjo, B. B., Nisa, A. A., Ediyarsari, P., Wahyono, B., Isniyati, H., Wasono, E., Prihatno, B. E., & Rozali, A. (2023). Integration of Minimum Initial Service Package for Reproductive Health in the Sister Village Program. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(2), 287–294. https://doi.org/10.15294/kemas.v19i2.43465

Ichsan, M., Wijaya, E. A., Mahendra, M. R., & Alfarouk, F. A. (2024). Pengelompokan Data Wilayah Rawan Bencana Alam di Pulau Jawa. Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi, 2(3), 46–51. https://doi.org/10.61132/neptunus.v2i3.181

Jesita, K. S. K., & Wahyuni, E. S. (2023). Gambaran Tingkat Pengetahuan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Jatiyoso Karanganyar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masayarakat, 2(2), 395–403. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i2.1753

Kemenkes RI. (2018). Pedoman pelaksanaan paket pelayanan awal minimum (PPAM) kesehatan reproduksi remaja pada krisis kesehatan. In UNFPA. https://bit.ly/4aPxslk

Kemenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan. In Peraturan Menteri Kesehatan: Vol. Nomor 44 (Issue 879).

Kemenkes RI. (2021). Pedoman Pelaksanaan Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi pada Krisis Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khikma, F. F., & Sofwan, I. (2021). Efektivitas Tim Reaksi Cepat. Journal of Public Health Research and Development, 5(3), 227–238.

Moyna, S. A., Hasan, K., Kabir, K. H., Khan, M. A., & Saha, S. K. (2024). Depressive symptoms among women in disaster-prone region in Bangladesh. Journal of Affective Disorders Reports, 16(03), 100762. https://doi.org/10.1016/j.jadr.2024.100762

Myers, A., Sami, S., Onyango, M. A., Karki, H., Anggraini, R., & Krause, S. (2018). Facilitators and barriers in implementing the Minimum Initial Services Package (MISP) for reproductive health in Nepal post-earthquake. Conflict and Health, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s13031-018- 0170-0

Nabila, A., & Desmawati, Y. (2022). Pembaruan Hukum Perlindungan Hak Atas Kesehatan Reproduksi Perempuan Di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(1). https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no1.3322

Nabulsi, D., Abou Saad, M., Ismail, H., Doumit, M. A. A., El-Jamil, F., Kobeissi, L., & Fouad, F. M. (2021). Minimum initial service package (MISP) for sexual and reproductive health for women in a displacement setting: a narrative review on the Syrian refugee crisis in Lebanon. Reproductive Health, 18(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12978-021-01108-9

Nasution, L. A., Suratman, S., & Sudrajat, S. (2021). Kajian kerusakan lingkungan pada tambang intan berbasis pertambangan rakyat di Kecamatan Cempaka, Kalimantan Selatan. Majalah Geografi Indonesia, 35(2), 95. https://doi.org/10.22146/mgi.63231

Nisa, A. A., Nugroho, E., Istiada, A., Utami, A. N. M., Hermawan, D. Y., & Widyaningrum, H. (2025). Barriers to Contraceptive Access in Disaster Situations: A Systematic Review of Health System Preparedness and Socio-Cultural Challenges. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 8(4), 296–306. https://doi.org/10.56338/mppki.v8i4.6866

Nugroho, E., Nisa, A. A., Alifah, R. N., Raharjo, B. B., Utami, A. N. M., & Hermawan, D. Y. (2025). Implementation of the Minimum Initial Service Package (MISP) as an Effort to Fulfill Reproductive and Sexual Health Services in Disaster Situations: Systematic Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 8(1), 42–55. https://doi.org/10.56338/mppki.v8i1.6485

Priyono, K. D., Jumadi, Saputra, A., & Fikriyah, V. N. (2020). Risk analysis of landslide impacts on settlements in Karanganyar, Central Java, Indonesia. International Journal of GEOMATE, 19(73), 100–107. https://doi.org/10.21660/2020.73.34128

Rahmad, A. H. (2024). Gizi dan Penanggulangan Bencana. Get Press Indonesia.

Silviani, Y. E., & Absari, N. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Mitigasi Bencana Bidang Kesehatan Reproduksi di Seluruh Puskesmas Kota Bengkulu. Journal for Quality in Women’s Health, 3(2), 216–224. https://doi.org/10.30994/jqwh.v3i2.76

Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook : Humanitarian Charter and Minimum Standards in Disaster Response. In The Sphere Handbook Arabic (4th ed.). https://doi.org/10.3362/9781908176738

Stephens, J. H., & Lassa, J. A. (2020). Sexual and reproductive health during disasters: A scoping review of the evidence. International Journal of Disaster Risk Reduction, 50, 101733. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101733

Veri, N., Mutiah, C., & Baharuddin, A. (2020). Edukasi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) untuk Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Darurat Bencana pada Bidan Desa di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 446–453.

Wijayanti, A. (2021). Identifikasi Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Banjarsari Kecamatan Gabus Terhadap Risiko Bencana Banjir. Jurnal Geografi Dan Pengajarannya, 19(1), 1. https://doi.org/10.26740/jggp.v19n1.p1-12.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-09