Validitas dan Reliabilitas Instrumen Sensory Processing Measure 2 (SPM-2) Pada Anak Usia Prasekolah
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1443Kata Kunci:
Reliabitas, Sensory Processing Measure, ValiditasAbstrak
Milestone perkembangan merupakan urutan pencapaian keterampilan dari waktu ke waktu yang mengindikasikan sebuah interaksi sistem syaraf anak yang berkembang bersama lingkungan. Sensori merupakan aspek dalam milestone perkembangan yang paling penting dalam hidup anak yang manifestasinya pada fungsi kehidupan sehari-hari baik pada anak normal maupun Anak Berkebutuhan Khusus. Sensory Processing Disorder (SPD) adalah suatu kondisi gangguan perkembangan syaraf yang ditandai adanya kesulitan menggunakan informasi sensorik dari tubuh terhadap respon lingkungan. Sensory Processing Measure-2 (SPM-2) merupakan alat ukur yang mengacu pada norma pemrosesan sensorik, praksis dan partisipasi sosial anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil instrument SPM-2 formulir rumah pada anak usia prasekolah secara valid dan reliabel menurut versi Indonesia. Metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik cross-sectional. Sampel diambil secara random sampling kemudian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis statistik uji validitas instrument SPM-2 formulir rumah pada anak usia prasekolah dilakukan dengan uji korelasi pearson product moment didapatkan hasil nilai signifikansi 0.000 yang terbukti valid dan nilai uji reliabilitas SPM-2 menunjukkan hasil pada nilai lebih besar dari >0,600 yang terbukti reliabel pada setiap item untuk setiap kategori. Kesimpulan SPM-2 formulir rumah anak usia prasekolah dinyatakan valid dan reliabel sehingga dapat digunakan di Indonesia. Implementasi praktis dari SPM-2 instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur pemrosesan sensorik pada anak usia prasekolah serta dapat digunakan untuk evaluasi bagi terapis yang berkaitan dengan gangguan sensori pada anak usia prasekolah. Alat ukur SPM-2 direkomendasikan juga untuk anak Down Syndrome, Hearing loss dan anak dengan gangguan pemrosesan sensorik.
Referensi
Ahn, R. R., Miller, L. J., Milberger, S., & McIntosh, D. N. (2004). Prevalence of parents’ perceptions of sensory processing disorders among kindergarten children. The American Journal of Occupational Therapy, 58(3), 287-293.
Alkadhi, K., Zagaar, M., Alhaider, I., Salim, S., Aleisa, A., Alotaibi, A. D., ... & Sharma, S. Ahrberg, K., Dresler, M., Niedermaier, S., Steiger, A., & Genzel, L.(2012). The interaction between sleep quality and academic performance. Journal of Psychiatric Research, 46 (12), 1618–622. Neuropharmacology, 11(3), 231-249.
Angelina, Lisa. Fountain, Beth. (2014). Making Sense of Sensory Processing Disorders and Hearing Loss. Wnc audiology.
Asmarany, A. I., Marissa, A., Wisnubroto, A. P., Dewi, N. N. A. I., Iswahyudi, M. S., Putri, N. Y., ... & Linawati, R. (2025). Psikologi Dan Kesehatan Mental. Cendikia Mulia Mandiri.
Ayres, A. J., & Network, P. T. (2005). Sensory integration and the child: 25th anniversay edition. Revised and updated by Pediatric Therapy Network. Los Angeles, CA: Western.
Azwar, S. (1999). Dasar-dasar psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
C. Bundy, S. L. Lane and E. A. Murray. (2020). Sensory Integration Theory and Practice. Philadelphia: F.A. Davis.
Cheung, P. P., & Siu, A. M. (2009). A comparison of patterns of sensory processing in children with and without developmental disabilities. Research in developmental disabilities, 30(6), 1468-1480.
Dunn, W. (2007). Supporting children to participate successfully in everyday life by using sensory processing knowledge. Infants & Young Children, 20(2), 84-101.
Glennon, T. J., Miller Kuhaneck, H., & Herzberg, D. (2011). The Sensory Processing Measure–Preschool (SPM-P)—part one: Description of the tool and its use in the preschool environment. Journal of Occupational Therapy, Schools, & Early Intervention, 4(1), 42-52.
Margono, H. (2021). The Real Secret Of Spiral Development Maturity. Yogyakarta : Leutikaprio
Parham, Diane. (2010). Manual Sensory Processing Measure. WPS Psychology.
Parham, L. D., Roush, S., Downing, D. T., Michael, P. G., & McFarlane, W. R.(2017). Sensory characteristics of youth at clinical high risk for psychosis. Early Intervention in Psychiatry, 13(2), 264-271.
Parnawi, A. (2021). Psikologi perkembangan. Yogyakarta: Deepublish.
Pleger, B., & Villringer, A. (2013). The human somatosensory system: from perception to decision making. Progress in neurobiology, 103, 76-97.
Syah, M. E., & Pertiwi, D. S. (2024). Psikologi belajar. Feniks Muda Sejahter.











