Analisis Spasial Kasus Demam Berdarah Dengue dan Hubungannya Dengan Kepadatan Penduduk Di Kabupaten Bogor Tahun 2024

Penulis

  • Faricha Asri Dreamy Pamuncak Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1427

Kata Kunci:

Bivariate local moran’s, Demam Berdarah Dengue, Kepadatan penduduk, K-means

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan isu kesehatan utama di wilayah padat penduduk seperti Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan spasial dan klasterisasi kasus DBD berdasarkan kepadatan penduduk tahun 2024 di 40 kecamatan. Menggunakan desain studi ekologi dan data sekunder, analisis dilakukan dengan perangkat lunak Geoda dan QGIS melalui metode Bivariate Local Moran’s I (Analisis Korelasi Spasial) dan K-Means clustering. Hasil menunjukkan autokorelasi spasial positif antara kasus DBD dan kepadatan penduduk (Moran’s I = 0,197; p = 0,018). Kecamatan Bojonggede, Cibinong, dan Sukaraja berada dalam kuadran High-High. Klasterisasi K-Means menghasilkan empat klaster, dengan Klaster 2 mencatat rata-rata kasus DBD tertinggi meski kepadatan penduduknya tidak tinggi. Cibinong dan Sukaraja termasuk kuadran High-High dan Klaster 2, sehingga menjadi prioritas intervensi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk bukan satu-satunya faktor penyebab tingginya kasus DBD. Penelitian ini penting sebagai dasar penentuan wilayah prioritas intervensi dan penyusunan kebijakan penanggulangan DBD berbasis spasial di Kabupaten Bogor.

Referensi

Anselin, L. (2019). The Moran scatterplot as an ESDA tool to assess local instability in spatial association. Spatial Analytical Perspectives on GIS, 111–125.

Ayuningtyas, A. (2023). Analisis Hubungan Kepadatan Penduduk dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(2), 419–426. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.772

Costa, F. M. L. (2024). 313 Penderita DBD di Jabar Meninggal akibat Penanganan Terlambat. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/313-penderita-dbd-di-jabar-meninggal-akibat-penanganan-terlambat

Dari, S., Nuddin, A., & Ayu Dwi Putri Rusman. (2020). Profil Kepadatan Hunian Dan Mobilitas Penduduk Terhadap Prevalensi Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Cempae Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 3(2), 155–162. https://doi.org/10.31850/makes.v3i2.290

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. (2023). Buku Profil Kabupaten Bogor Tahun 2022. https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.46-54.

Handayani, M. T., Raharjo, M., & Joko, T. (2023). Pengaruh Indeks Entomologi dan Sebaran Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(April 2022), 46–54. https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.46-54.

Komaling, D., Sumampouw, O. J., & Sondakh, R. C. (2020). Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2016-2018. Journal of Public Health and Community Medicine, 1(1), 57–64. https://doi.org/10.35801/ijphcm.1.1.2020.27247

Kularatne, S. A., & Dalugama, C. (2022). Dengue infection: Global importance, immunopathology and management. Clinical Medicine, Journal of the Royal College of Physicians of London, 22(1), 9–13. https://doi.org/10.7861/clinmed.2021-0791

Muslikhah, R. F., Marsanti, A. S., & Ratnawati, R. (2024). Autokorelasi Spasial Faktor Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Madiun. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 10(2), 384–394. https://doi.org/10.29241/jmk.v10i2.2001

Nuranisa, R., Maryanto, Y. B., & Isfandiari, M. A. (2022). Correlation of Free Larvae Index and Population Density With Dengue Fever Incidence Rate. Indonesian Journal of Public Health, 17(3), 477–487. https://doi.org/10.20473/ijph.v17i3.2022.477-487

Samal, R. F., Sumiyati, & Arman. (2022). Analisis spasial dan faktor risiko demam berdarah dengue dikelurahan tamamaung kota makassar. Window of Public Health Journal, 3(4), 624–634. https://doi.org/10.33096/woph.v3i4.169

Shi, C., Wei, B., Wei, S., Wang, W., Liu, H., & Liu, J. (2021). A quantitative discriminant method of elbow point for the optimal number of clusters in clustering algorithm. Eurasip Journal on Wireless Communications and Networking, 2021(1). https://doi.org/10.1186/s13638-021-01910-w

Sutriyawan, A., Martini, M., Sutiningsih, D., Akbar, H., Agushybana, F., Wahyuningsih, N. E., Dewi Nurlaela, S., & Victor Eneojo, A. (2025). Spatial analysis of dengue incidence and linear effects with climate conditions in Bandung City Indonesia in 2021-2023. Journal of Public Health and Development, 23(1), 244–258. https://doi.org/10.55131/jphd/2025/230119

World Health Organization. (2024). Dengue-Global situation. World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2024-DON518.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-03